Soal Asli TKA Bahasa Indonesia SD Kelas 6 Tahun 2026 dan Pembahasannya
Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3!
Hutan Mangrove di Kulon Progo, Yogyakarta adalah tempat yang menyuguhkan keindahan alam menyejukkan hati. Hutan ini terletak di dekat Pantai Congot, kawasan ini terbagi menjadi beberapa zona menarik seperti Pasir Mendit, Jembatan Api-Api, dan Pantai Kadilangu. Luasnya mencapai sekitar tiga kilometer persegi, dipenuhi pohon-pohon bakau dengan akar unik yang menjulur di atas air.
Begitu melangkah ke dalam area, pengunjung akan disambut oleh jembatan kayu dan suasana rindang yang membuat hati tenang. Banyak spot foto menarik seperti ayunan, gazebo, dan menara pandang. Tak heran jika tempat ini disebut sebagai "permata tersembunyi" di Kulon Progo.
Selain indah, hutan ini juga menjadi rumah bagi beragam satwa seperti burung kuntul, kepiting, udang, dan biawak kecil. Ada jalur kayu yang bisa dilewati sambil menikmati semilir angin pantai. Jika ingin lebih dekat dengan alam, pengunjung juga bisa naik perahu menyusuri rimbunnya hutan.
Hutan Mangrove Kulon Progo bukan hanya indah dipandang mata, tapi juga punya peran penting bagi lingkungan. Tempat ini ibarat "paru-paru kecil" pesisir yang menjaga alam tetap seimbang sekaligus menjadi lokasi belajar mencintai alam sejak dini.
Indahnya Hutan-Hutan Mangrove di Indonesia
Hutan Mangrove di Kulon Progo, Yogyakarta adalah tempat yang menyuguhkan keindahan alam menyejukkan hati. Hutan ini terletak di dekat Pantai Congot, kawasan ini terbagi menjadi beberapa zona menarik seperti Pasir Mendit, Jembatan Api-Api, dan Pantai Kadilangu. Luasnya mencapai sekitar tiga kilometer persegi, dipenuhi pohon-pohon bakau dengan akar unik yang menjulur di atas air.
Begitu melangkah ke dalam area, pengunjung akan disambut oleh jembatan kayu dan suasana rindang yang membuat hati tenang. Banyak spot foto menarik seperti ayunan, gazebo, dan menara pandang. Tak heran jika tempat ini disebut sebagai "permata tersembunyi" di Kulon Progo.
Selain indah, hutan ini juga menjadi rumah bagi beragam satwa seperti burung kuntul, kepiting, udang, dan biawak kecil. Ada jalur kayu yang bisa dilewati sambil menikmati semilir angin pantai. Jika ingin lebih dekat dengan alam, pengunjung juga bisa naik perahu menyusuri rimbunnya hutan.
Hutan Mangrove Kulon Progo bukan hanya indah dipandang mata, tapi juga punya peran penting bagi lingkungan. Tempat ini ibarat "paru-paru kecil" pesisir yang menjaga alam tetap seimbang sekaligus menjadi lokasi belajar mencintai alam sejak dini.
Soal No.1
Bagan manakah yang sesuai untuk menggambarkan hutan mangrove pada teks?
B. Lokasi: Dekat Pantai Congot, Zona Menarik: Jembatan Api-Api, Contoh Satwa: Udang
Pembahasan :
Opsi A: Lokasi: Kulon Progo (Benar), Zona Menarik: Ayunan (Spot foto, bukan nama zona utama, meskipun ada di dalam teks), Contoh Satwa: Kepiting (Benar).
Opsi B: Lokasi: Dekat Pantai Congot (Benar), Zona Menarik: Jembatan Api-Api (Merupakan salah satu zona menarik yang disebutkan spesifik di teks), Contoh Satwa: Udang (Benar).
Opsi C: Lokasi: Kulon Progo (Benar), Zona Menarik: Menara Pandang (Spot foto), Contoh Satwa: Biawak (Benar).
Opsi D: Lokasi: Dekat Pantai Congot (Benar), Zona Menarik: Gazebo (Spot foto), Contoh Satwa: Burung Kuntul (Benar).
Jika kita melihat struktur klasifikasi yang paling spesifik dan mewakili bagian-bagian penting di dalam teks (khususnya penyebutan nama zona utama seperti "Jembatan Api-Api"), opsi yang paling tepat adalah B.
Pembahasan :
Opsi A: Lokasi: Kulon Progo (Benar), Zona Menarik: Ayunan (Spot foto, bukan nama zona utama, meskipun ada di dalam teks), Contoh Satwa: Kepiting (Benar).
Opsi B: Lokasi: Dekat Pantai Congot (Benar), Zona Menarik: Jembatan Api-Api (Merupakan salah satu zona menarik yang disebutkan spesifik di teks), Contoh Satwa: Udang (Benar).
Opsi C: Lokasi: Kulon Progo (Benar), Zona Menarik: Menara Pandang (Spot foto), Contoh Satwa: Biawak (Benar).
Opsi D: Lokasi: Dekat Pantai Congot (Benar), Zona Menarik: Gazebo (Spot foto), Contoh Satwa: Burung Kuntul (Benar).
Jika kita melihat struktur klasifikasi yang paling spesifik dan mewakili bagian-bagian penting di dalam teks (khususnya penyebutan nama zona utama seperti "Jembatan Api-Api"), opsi yang paling tepat adalah B.
Soal No.2
Apa maksud istilah “permata tersembunyi” dalam teks?
Klik pada setiap pilihan jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Letak yang tidak mudah dijangkau, tetapi ramai dikunjungi.
Tempat yang indah, tetapi belum dikenal banyak orang.
Lokasi yang jarang diketahui, tetapi memiliki banyak spot menarik.
Tempat yang indah, tetapi belum dikenal banyak orang.
Lokasi yang jarang diketahui, tetapi memiliki banyak spot menarik.
Pernyataan 2 dan Pernyataan 3
Pembahasan :
❌ Letak yang tidak mudah dijangkau, tetapi ramai dikunjungi. (Salah, karena teks menyebutkan tempat ini belum banyak dikenal/tersembunyi, bukan "ramai dikunjungi").
✔️ Tempat yang indah, tetapi belum dikenal banyak orang. (Benar, sesuai dengan makna "permata tersembunyi" yang indah tapi tersembunyi/belum banyak diketahui).
✔️ Lokasi yang jarang diketahui, tetapi memiliki banyak spot menarik. (Benar, karena teks menyebutkan tempat ini punya banyak spot foto menarik seperti ayunan, gazebo, dan menara pandang).
Pembahasan :
❌ Letak yang tidak mudah dijangkau, tetapi ramai dikunjungi. (Salah, karena teks menyebutkan tempat ini belum banyak dikenal/tersembunyi, bukan "ramai dikunjungi").
✔️ Tempat yang indah, tetapi belum dikenal banyak orang. (Benar, sesuai dengan makna "permata tersembunyi" yang indah tapi tersembunyi/belum banyak diketahui).
✔️ Lokasi yang jarang diketahui, tetapi memiliki banyak spot menarik. (Benar, karena teks menyebutkan tempat ini punya banyak spot foto menarik seperti ayunan, gazebo, dan menara pandang).
Amara: “Menurutku, judul Indahnya Hutan-Hutan Mangrove di Indonesia kurang tepat. Teksnya hanya fokus membahas hutan mangrove di Kulon Progo, bukan seluruh Indonesia.”
Bima: “Setuju. Kalau mau pakai judul itu, isi teks seharusnya membahas beberapa hutan mangrove di daerah lain juga. Bukan satu tempat saja.”
Jena: “Tapi, judul itu menurutku masih cocok, kok. Soalnya, Hutan Kulon Progo juga bagian dari hutan-hutan mangrove di Indonesia. Jadi, tetap mewakili.”
Bima: “Setuju. Kalau mau pakai judul itu, isi teks seharusnya membahas beberapa hutan mangrove di daerah lain juga. Bukan satu tempat saja.”
Jena: “Tapi, judul itu menurutku masih cocok, kok. Soalnya, Hutan Kulon Progo juga bagian dari hutan-hutan mangrove di Indonesia. Jadi, tetap mewakili.”
Soal No.3
Pendapat siapa yang tepat dalam menggambarkan kesesuaian judul dengan isi teks tersebut?
Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
| Pernyataan | Benar | Salah | |
| Amara karena isi teks hanya fokus membahas Hutan Mangrove Kulon Progo. | |||
| Bima karena judul lebih cocok jika membahas beberapa hutan mangrove lain juga. | |||
| Jena karena Hutan Kulon Progo dapat mewakili seluruh hutan mangrove di Indonesia. | |||
Benar, Salah, Salah
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Benar): Amara tepat karena isi teks memang secara khusus hanya mengulas satu tempat, yaitu Hutan Mangrove Kulon Progo.
Pernyataan 2 (Salah): Pendapat Bima kurang tepat karena teks tidak wajib memuat banyak daerah untuk memakai judul yang bersifat umum.
Pernyataan 3 (Salah): Pendapat Jena salah karena Hutan Kulon Progo tidak bisa merepresentasikan ribuan hutan mangrove lain di seluruh wilayah Indonesia yang punya ciri khas berbeda.
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Benar): Amara tepat karena isi teks memang secara khusus hanya mengulas satu tempat, yaitu Hutan Mangrove Kulon Progo.
Pernyataan 2 (Salah): Pendapat Bima kurang tepat karena teks tidak wajib memuat banyak daerah untuk memakai judul yang bersifat umum.
Pernyataan 3 (Salah): Pendapat Jena salah karena Hutan Kulon Progo tidak bisa merepresentasikan ribuan hutan mangrove lain di seluruh wilayah Indonesia yang punya ciri khas berbeda.
Teks untuk soal nomor 4 s.d. 5!
Bakwan merupakan makanan unik yang banyak disukai. Bakwan muncul karena pengaruh dari berbagai budaya, seperti Cina, Jepang, bahkan Eropa (Portugis).
Awalnya, bakwan terbuat dari daging dan tepung yang digoreng. Di Jepang, sayur yang digoreng tepung disebut "tempura". Makanan tersebut bisa jadi ikut mempengaruhi berkembangnya bakwan di Indonesia.
Kini, bakwan berisi aneka sayuran, seperti taoge, kol, dan wortel, yang dicampur dengan adonan tepung berbumbu rempah. Bisa juga ditambahkan isian udang, sosis, atau bakso.
Nama bakwan berbeda di tiap daerah. Jakarta, Yogyakarta, Manado, dan Lampung menyebutnya bakwan. Di banyak kota di Jawa Timur disebut ote-ote atau weci. Di Bandung disebut bala-bala. Sementara, di Semarang dan Pekalongan disebut badak.
Awalnya, bakwan terbuat dari daging dan tepung yang digoreng. Di Jepang, sayur yang digoreng tepung disebut "tempura". Makanan tersebut bisa jadi ikut mempengaruhi berkembangnya bakwan di Indonesia.
Kini, bakwan berisi aneka sayuran, seperti taoge, kol, dan wortel, yang dicampur dengan adonan tepung berbumbu rempah. Bisa juga ditambahkan isian udang, sosis, atau bakso.
Nama bakwan berbeda di tiap daerah. Jakarta, Yogyakarta, Manado, dan Lampung menyebutnya bakwan. Di banyak kota di Jawa Timur disebut ote-ote atau weci. Di Bandung disebut bala-bala. Sementara, di Semarang dan Pekalongan disebut badak.
Soal No.4
Mengapa bakwan dikatakan sebagai makanan yang unik?
Klik pada setiap jawaban benar. Jawaban benar lebih dari satu.
Memiliki isi yang sama dengan makanan Jepang.
Perkembangannya dipengaruhi budaya negara lain.
Ditemukan di berbagai daerah dengan sebutan berbeda.
Perkembangannya dipengaruhi budaya negara lain.
Ditemukan di berbagai daerah dengan sebutan berbeda.
Pernyataan 2 dan Pernyataan 3
Pembahasan :
❌ Memiliki isi yang sama dengan makanan Jepang. (Salah, teks hanya menyebutkan pengaruh teknik menggoreng sayuran tepung seperti "tempura" yang mungkin ikut mempengaruhi, bukan memiliki isi yang sama persis).
✔️ Perkembangannya dipengaruhi budaya negara lain. (Benar, teks menyatakan bahwa bakwan muncul karena pengaruh dari berbagai budaya seperti Cina, Jepang, dan Eropa/Portugis).
✔️ Ditemukan di berbagai daerah dengan sebutan berbeda. (Benar, teks menyebutkan bahwa bakwan memiliki nama berbeda di tiap daerah seperti ote-ote, bala-bala, atau badak).
Pembahasan :
❌ Memiliki isi yang sama dengan makanan Jepang. (Salah, teks hanya menyebutkan pengaruh teknik menggoreng sayuran tepung seperti "tempura" yang mungkin ikut mempengaruhi, bukan memiliki isi yang sama persis).
✔️ Perkembangannya dipengaruhi budaya negara lain. (Benar, teks menyatakan bahwa bakwan muncul karena pengaruh dari berbagai budaya seperti Cina, Jepang, dan Eropa/Portugis).
✔️ Ditemukan di berbagai daerah dengan sebutan berbeda. (Benar, teks menyebutkan bahwa bakwan memiliki nama berbeda di tiap daerah seperti ote-ote, bala-bala, atau badak).
Soal No.5
Apa perbedaan bakwan sebelum dan sesudah terpengaruh budaya Jepang?
Klik pada pilihan Sebelum atau Sesudah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks.
| Pernyataan | Sebelum | Sesudah | |
| Berisi aneka sayuran. | |||
| Isi hanya daging. | |||
| Isinya ditambahkan udang. | |||
Sesudah, Sebelum, Sesudah
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Sesudah): Isian aneka sayuran merupakan perkembangan setelah terpengaruh oleh budaya Jepang (tempura sayur).
Pernyataan 2 (Sebelum): Pada awal kemunculannya, bakwan murni terbuat dari daging dan tepung.
Pernyataan 3 (Sesudah): Penambahan isian seperti udang merupakan variasi pada bakwan saat ini.
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Sesudah): Isian aneka sayuran merupakan perkembangan setelah terpengaruh oleh budaya Jepang (tempura sayur).
Pernyataan 2 (Sebelum): Pada awal kemunculannya, bakwan murni terbuat dari daging dan tepung.
Pernyataan 3 (Sesudah): Penambahan isian seperti udang merupakan variasi pada bakwan saat ini.
Teks untuk soal nomor 6 s.d. 8!
Salma, Alvin, dan Siva sedang menikmati waktu istirahat.
Salma: (memeluk botol minumnya) “Minum dulu, ah! Botolku ini hadiah dari Ibu waktu ulang tahun. Aku beri nama dia Si Biru.”
Alvin: “Hah? Botol aja dikasih nama? Aneh banget, Sal!”
Siva: “Ih, botol minum Salma lucu banget. Kamu tiap hari bawa Si Biru, ya?”
Salma: “Iya, dong. Si Biru sudah menemani aku setahun ini. Aku jadi nggak pernah beli minuman kemasan lagi!”
Alvin: “Ah, ribet. Aku sih, tinggal beli aja. Kalau sudah habis tinggal buang.” (mengejek Salma)
Salma: “Vin, tahu, nggak? Plastik yang kamu buang itu bisa jadi sampah lingkungan bertahun-tahun. Bisa mencemari tanah dan air juga, lho.”
Siva: “Benar, Vin. Aku juga sekarang bawa botol. Nih, gambar dinosaurus!”
Salma: “Kita nggak bisa terus tutup mata soal sampah plastik. Kita harus peduli. Mulai dari hal kecil, seperti bawa botol sendiri.”
Alvin: “Hmm, kalau aku punya botol keren, mungkin aku jadi ingin bawa botol.”
Salma: “Benar sekali. Kita bantu cari botol yang cocok buat kamu, deh.”
Alvin: “Oke, setuju! Aku mau botol warna oranye, biar beda dari yang lain!”
Siva: “Siap, nanti kita cari bersama, ya!”
Salma, Alvin, dan Siva sedang menikmati waktu istirahat.
Salma: (memeluk botol minumnya) “Minum dulu, ah! Botolku ini hadiah dari Ibu waktu ulang tahun. Aku beri nama dia Si Biru.”
Alvin: “Hah? Botol aja dikasih nama? Aneh banget, Sal!”
Siva: “Ih, botol minum Salma lucu banget. Kamu tiap hari bawa Si Biru, ya?”
Salma: “Iya, dong. Si Biru sudah menemani aku setahun ini. Aku jadi nggak pernah beli minuman kemasan lagi!”
Alvin: “Ah, ribet. Aku sih, tinggal beli aja. Kalau sudah habis tinggal buang.” (mengejek Salma)
Salma: “Vin, tahu, nggak? Plastik yang kamu buang itu bisa jadi sampah lingkungan bertahun-tahun. Bisa mencemari tanah dan air juga, lho.”
Siva: “Benar, Vin. Aku juga sekarang bawa botol. Nih, gambar dinosaurus!”
Salma: “Kita nggak bisa terus tutup mata soal sampah plastik. Kita harus peduli. Mulai dari hal kecil, seperti bawa botol sendiri.”
Alvin: “Hmm, kalau aku punya botol keren, mungkin aku jadi ingin bawa botol.”
Salma: “Benar sekali. Kita bantu cari botol yang cocok buat kamu, deh.”
Alvin: “Oke, setuju! Aku mau botol warna oranye, biar beda dari yang lain!”
Siva: “Siap, nanti kita cari bersama, ya!”
Soal No.6
Nilai moral apa saja yang diperoleh dari cerita tersebut?
Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Bebas memilih gaya hidup.
Peduli lingkungan itu penting.
Hal kecil bisa jadi langkah baik.
Peduli lingkungan itu penting.
Hal kecil bisa jadi langkah baik.
Pernyataan 2 dan Pernyataan 3
Pembahasan :
❌ Bebas memilih gaya hidup. (Salah, tidak sesuai dengan pesan utama cerita yang berfokus pada kepedulian lingkungan dan pengurangan sampah plastik).
✔️ Peduli lingkungan itu penting. (Benar, pesan ini disampaikan oleh Salma saat mengingatkan bahwa plastik dapat mencemari tanah dan air).
✔️ Hal kecil bisa jadi langkah baik. (Benar, sesuai dengan kalimat Salma: "Kita harus peduli. Mulai dari hal kecil, seperti bawa botol sendiri").
Pembahasan :
❌ Bebas memilih gaya hidup. (Salah, tidak sesuai dengan pesan utama cerita yang berfokus pada kepedulian lingkungan dan pengurangan sampah plastik).
✔️ Peduli lingkungan itu penting. (Benar, pesan ini disampaikan oleh Salma saat mengingatkan bahwa plastik dapat mencemari tanah dan air).
✔️ Hal kecil bisa jadi langkah baik. (Benar, sesuai dengan kalimat Salma: "Kita harus peduli. Mulai dari hal kecil, seperti bawa botol sendiri").
Soal No.7
Makna ungkapan tutup mata berdasarkan dialog yang diucapkan Salma dalam wacana tersebut adalah....
A. mengabaikan masalah sampah di sekitar
B. melupakan berbagai isu lingkungan
C. menumpuk plastik-plastik sisa pakai
D. meningkatkan kasus pencemaran tanah
B. melupakan berbagai isu lingkungan
C. menumpuk plastik-plastik sisa pakai
D. meningkatkan kasus pencemaran tanah
A. mengabaikan masalah sampah di sekitar
Pembahasan :
A. mengabaikan masalah sampah di sekitar (Benar, karena "tutup mata" berarti membiarkan atau mengabaikan permasalahan sampah plastik yang sedang dibahas).
B. melupakan berbagai isu lingkungan (Kurang tepat, karena konteksnya merujuk langsung pada tindakan acuh tak acuh terhadap masalah nyata di sekitar).
C. menumpuk plastik-plastik sisa pakai (Salah, ini makna harfiah atau tindakan fisiknya, bukan makna ungkapan).
D. meningkatkan kasus pencemaran tanah (Salah, ini merupakan dampak dari membuang sampah, bukan arti dari ungkapan "tutup mata").
Pembahasan :
A. mengabaikan masalah sampah di sekitar (Benar, karena "tutup mata" berarti membiarkan atau mengabaikan permasalahan sampah plastik yang sedang dibahas).
B. melupakan berbagai isu lingkungan (Kurang tepat, karena konteksnya merujuk langsung pada tindakan acuh tak acuh terhadap masalah nyata di sekitar).
C. menumpuk plastik-plastik sisa pakai (Salah, ini makna harfiah atau tindakan fisiknya, bukan makna ungkapan).
D. meningkatkan kasus pencemaran tanah (Salah, ini merupakan dampak dari membuang sampah, bukan arti dari ungkapan "tutup mata").
Soal No.8
Rania telah membaca cerita Si Biru Kesayangan. Ia tersadar untuk memulai aksi peduli lingkungan seperti Alvin.
Apa yang sebaiknya Rania lakukan untuk memulai aksinya berdasarkan cerita tersebut?
Apa yang sebaiknya Rania lakukan untuk memulai aksinya berdasarkan cerita tersebut?
Klik pada pilihan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
| Pernyataan | Sesuai | Tidak Sesuai | |
| Menggunakan botol minum isi ulang setiap hari. | |||
| Membeli botol minum isi ulang untuk teman-temannya. | |||
| Mengajak teman-teman membatasi pembelian minuman kemasan. | |||
Sesuai, Tidak Sesuai, Sesuai
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Sesuai): Penggunaan botol minum isi ulang merupakan langkah nyata utama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai seperti yang dilakukan Salma.
Pernyataan 2 (Tidak Sesuai): Rania tidak perlu membelikan botol untuk teman-temannya, melainkan cukup memulai aksi dari diri sendiri dan memilih botol yang sesuai (seperti saat membantu Alvin mencari botol).
Pernyataan 3 (Sesuai): Mengajak orang lain untuk peduli lingkungan dan mengurangi minuman kemasan merupakan bagian dari pesan moral cerita tersebut.
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Sesuai): Penggunaan botol minum isi ulang merupakan langkah nyata utama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai seperti yang dilakukan Salma.
Pernyataan 2 (Tidak Sesuai): Rania tidak perlu membelikan botol untuk teman-temannya, melainkan cukup memulai aksi dari diri sendiri dan memilih botol yang sesuai (seperti saat membantu Alvin mencari botol).
Pernyataan 3 (Sesuai): Mengajak orang lain untuk peduli lingkungan dan mengurangi minuman kemasan merupakan bagian dari pesan moral cerita tersebut.
Kutipan cerita berikut untuk soal nomor 9 s.d. 10!
Buku harianku,
Ayah akan mengajakku melihat hujan meteor. Meteor adalah batu atau debu antar-planet. Ketika meteor jatuh ke bumi, meteor terbakar karena gesekan lapisan udara bumi. Itu sebabnya, meteor terlihat seperti bintang jatuh atau bintang berpindah.
Aku berdoa supaya hari itu tidak hujan. Meteor tampak lebih jelas jika langit cerah. Jika aku beruntung, aku dapat melihat belasan meteor per jam.
Awalnya aku khawatir kalau bintang jatuh dapat menimpaku. Untunglah, ayah sudah menenangkanku. Hujan meteor tidak berbahaya, kok. Jangan takut, meteor ini akan habis terbakar di langit.
Duh, rasanya tidak sabar. Aku senang sekali menghabiskan waktu dengan ayah!
Ayah akan mengajakku melihat hujan meteor. Meteor adalah batu atau debu antar-planet. Ketika meteor jatuh ke bumi, meteor terbakar karena gesekan lapisan udara bumi. Itu sebabnya, meteor terlihat seperti bintang jatuh atau bintang berpindah.
Aku berdoa supaya hari itu tidak hujan. Meteor tampak lebih jelas jika langit cerah. Jika aku beruntung, aku dapat melihat belasan meteor per jam.
Awalnya aku khawatir kalau bintang jatuh dapat menimpaku. Untunglah, ayah sudah menenangkanku. Hujan meteor tidak berbahaya, kok. Jangan takut, meteor ini akan habis terbakar di langit.
Duh, rasanya tidak sabar. Aku senang sekali menghabiskan waktu dengan ayah!
Soal No.9
Mengapa hujan meteor tidak berbahaya?
A. Meteor dapat berpindah.
B. Hanya muncul saat langit cerah.
C. Hanya muncul saat hujan.
D. Akan habis terbakar di langit.
B. Hanya muncul saat langit cerah.
C. Hanya muncul saat hujan.
D. Akan habis terbakar di langit.
D. Akan habis terbakar di langit.
Pembahasan :
A. Meteor dapat berpindah. (Salah, ini bukan alasan mengapa hujan meteor tidak berbahaya).
B. Hanya muncul saat langit cerah. (Salah, ini adalah kondisi agar meteor tampak lebih jelas, bukan alasan keamanannya).
C. Hanya muncul saat hujan. (Salah, teks justru menyebutkan berharap agar hari itu tidak hujan).
D. Akan habis terbakar di langit. (Benar, sesuai dengan kalimat dalam teks: "Jangan takut, meteor ini akan habis terbakar di langit").
Pembahasan :
A. Meteor dapat berpindah. (Salah, ini bukan alasan mengapa hujan meteor tidak berbahaya).
B. Hanya muncul saat langit cerah. (Salah, ini adalah kondisi agar meteor tampak lebih jelas, bukan alasan keamanannya).
C. Hanya muncul saat hujan. (Salah, teks justru menyebutkan berharap agar hari itu tidak hujan).
D. Akan habis terbakar di langit. (Benar, sesuai dengan kalimat dalam teks: "Jangan takut, meteor ini akan habis terbakar di langit").
Soal No.10
Berdasarkan cerita di atas, hal apa saja yang dapat membuat tokoh "Aku" senang?
Klik pada setiap pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Menonton hujan meteor dengan ayahnya.
Menulis buku harian sambil melihat meteor.
Langit cerah ketika menonton hujan meteor.
Menulis buku harian sambil melihat meteor.
Langit cerah ketika menonton hujan meteor.
Pernyataan 1 dan Pernyataan 3
Pembahasan :
Menonton hujan meteor dengan ayahnya. (Benar: Sesuai teks, tokoh "Aku" sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama ayahnya untuk melihat hujan meteor)
Menulis buku harian sambil melihat meteor. (Salah: Teks tidak menyebutkan tokoh "Aku" menulis buku harian secara bersamaan sambil melihat meteor)
Langit cerah ketika menonton hujan meteor. (Benar: Sesuai teks, tokoh "Aku" berharap cuaca cerah (tidak hujan) agar meteor tampak lebih jelas)
Pembahasan :
Menonton hujan meteor dengan ayahnya. (Benar: Sesuai teks, tokoh "Aku" sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama ayahnya untuk melihat hujan meteor)
Menulis buku harian sambil melihat meteor. (Salah: Teks tidak menyebutkan tokoh "Aku" menulis buku harian secara bersamaan sambil melihat meteor)
Langit cerah ketika menonton hujan meteor. (Benar: Sesuai teks, tokoh "Aku" berharap cuaca cerah (tidak hujan) agar meteor tampak lebih jelas)
Kutipan cerita berikut untuk soal nomor 11 s.d. 12!
Giga si Segitiga mempunyai banyak ide. Dia senang menirukan bentuk. Dia sering mengajak teman-temannya bermain bersama.
Banyak bentuk yang bisa ditiru. Bentuk dan sudut yang sama membuat mereka selalu serasi. Contohnya pohon cemara, gunung, atap rumah, bendera, dan kipas angin. Giga juga suka bermain dengan Pasukan Kotak. Banyak bentuk yang bisa ditirukan, seperti roket, ikan, dan menara. Saat bermain dengan Heksagonal, dia menirukan bentuk bunga. Bentuk mereka memang berbeda. Namun, mereka memiliki sudut-sudut yang pas.
Giga sedih Lingkaran tak mau bermain dengannya. Lingkaran takut pada sudut-sudut tajam milik Giga. Padahal, Giga bisa berhati-hati. Giga juga sudah membayangkan bentuk-bentuk yang bisa dibuat.
Giga si Segitiga mempunyai banyak ide. Dia senang menirukan bentuk. Dia sering mengajak teman-temannya bermain bersama.
Banyak bentuk yang bisa ditiru. Bentuk dan sudut yang sama membuat mereka selalu serasi. Contohnya pohon cemara, gunung, atap rumah, bendera, dan kipas angin. Giga juga suka bermain dengan Pasukan Kotak. Banyak bentuk yang bisa ditirukan, seperti roket, ikan, dan menara. Saat bermain dengan Heksagonal, dia menirukan bentuk bunga. Bentuk mereka memang berbeda. Namun, mereka memiliki sudut-sudut yang pas.
Giga sedih Lingkaran tak mau bermain dengannya. Lingkaran takut pada sudut-sudut tajam milik Giga. Padahal, Giga bisa berhati-hati. Giga juga sudah membayangkan bentuk-bentuk yang bisa dibuat.
Soal No.11
Bentuk apa yang bisa ditiru Giga saat bermain dengan Heksagonal?
A. Bunga.
B. Pohon cemara.
C. Gunung.
D. Atap rumah.
B. Pohon cemara.
C. Gunung.
D. Atap rumah.
A. Bunga
Pembahasan :
Pada teks tersebut disebutkan secara jelas: "Saat bermain dengan Heksagonal, dia menirukan bentuk bunga."
Pilihan lainnya seperti pohon cemara, gunung, dan atap rumah adalah bentuk-bentuk yang ditirukan Giga saat bermain sebagai bentuk segitiga, bukan saat bersama Heksagonal.
Pembahasan :
Pada teks tersebut disebutkan secara jelas: "Saat bermain dengan Heksagonal, dia menirukan bentuk bunga."
Pilihan lainnya seperti pohon cemara, gunung, dan atap rumah adalah bentuk-bentuk yang ditirukan Giga saat bermain sebagai bentuk segitiga, bukan saat bersama Heksagonal.
Soal No.12
Apa yang dibuat Giga saat bermain bersama pasukan kotak?
Klik pada pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Roket.
Menara.
Bendera.
Menara.
Bendera.
Pernyataan 1 dan Pernyataan 2
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita yang telah dipelajari sebelumnya pada bagian "Giga juga suka bermain dengan Pasukan Kotak. Banyak bentuk yang bisa ditirukan, seperti roket, ikan, dan menara."
Oleh karena itu, pilihan yang tepat dari opsi yang tersedia adalah Roket dan Menara (sementara Bendera merupakan bentuk yang ditirukan Giga saat bermain sebagai bentuk segitiga).
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita yang telah dipelajari sebelumnya pada bagian "Giga juga suka bermain dengan Pasukan Kotak. Banyak bentuk yang bisa ditirukan, seperti roket, ikan, dan menara."
Oleh karena itu, pilihan yang tepat dari opsi yang tersedia adalah Roket dan Menara (sementara Bendera merupakan bentuk yang ditirukan Giga saat bermain sebagai bentuk segitiga).
Kutipan cerita berikut untuk soal nomor 13 s.d. 15!
Oleh: Ayyube Cantika Turanda
Adit dan Danu senang sekali hari ini karena Ibu dan Ayah akan mengajak mereka pergi melihat perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Masyarakat Tionghoa di Kota Palembang merayakan Cap Go Meh, dan orangtuanya ingin mengenalkan perayaan tersebut kepada mereka.
Ini adalah kedua kalinya Adit dan Danu pergi ke Pulau Kemaro. Waktu itu, mereka naik kapal dari bawah jembatan Musi. Kali ini, mereka akan menyeberangi sungai Musi dengan berjalan kaki di atas jembatan ponton, yang dipasang khusus saat perayaan Imlek setiap tahunnya. Mereka berangkat setelah makan malam.
Malam itu, banyak orang berjalan kaki melewati jembatan ponton ke Pulau Kemaro. Semua orang memakai baju merah, termasuk keluarga Adit dan Danu. Di Pulau Kemaro, mereka menyaksikan pertunjukan barongsai dan penerbangan lampion. Acaranya sangat meriah. Adit dan Danu senang bisa mengenal kebudayaan Tionghoa melalui perayaan Cap Go Meh.
Namun, ketika mereka tiba di Pulau Kemaro, mereka kecewa karena hujan deras turun. Pertunjukkan barongsai dan penerbangan lampion harus dibatalkan. Adit dan Danu merasa sedih karena tidak bisa melihat semua acara yang telah mereka nantikan. Meskipun begitu, mereka tetap berusaha menikmati perayaan Cap Go Meh dengan berkeliling pulau dan mencoba makanan khas Imlek. Mereka belajar bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai rencana, dan yang terpenting adalah tetap bersyukur dan menjalani dengan baik apa yang ada.
Adit dan Danu senang sekali hari ini karena Ibu dan Ayah akan mengajak mereka pergi melihat perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Masyarakat Tionghoa di Kota Palembang merayakan Cap Go Meh, dan orangtuanya ingin mengenalkan perayaan tersebut kepada mereka.
Ini adalah kedua kalinya Adit dan Danu pergi ke Pulau Kemaro. Waktu itu, mereka naik kapal dari bawah jembatan Musi. Kali ini, mereka akan menyeberangi sungai Musi dengan berjalan kaki di atas jembatan ponton, yang dipasang khusus saat perayaan Imlek setiap tahunnya. Mereka berangkat setelah makan malam.
Malam itu, banyak orang berjalan kaki melewati jembatan ponton ke Pulau Kemaro. Semua orang memakai baju merah, termasuk keluarga Adit dan Danu. Di Pulau Kemaro, mereka menyaksikan pertunjukan barongsai dan penerbangan lampion. Acaranya sangat meriah. Adit dan Danu senang bisa mengenal kebudayaan Tionghoa melalui perayaan Cap Go Meh.
Namun, ketika mereka tiba di Pulau Kemaro, mereka kecewa karena hujan deras turun. Pertunjukkan barongsai dan penerbangan lampion harus dibatalkan. Adit dan Danu merasa sedih karena tidak bisa melihat semua acara yang telah mereka nantikan. Meskipun begitu, mereka tetap berusaha menikmati perayaan Cap Go Meh dengan berkeliling pulau dan mencoba makanan khas Imlek. Mereka belajar bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai rencana, dan yang terpenting adalah tetap bersyukur dan menjalani dengan baik apa yang ada.
Soal No.13
Bagaimana cara Keluarga Adit dan Danu pergi ke Pulau Kemaro saat pertama kalinya?
A. Menyeberangi jembatan ponton dengan mobil.
B. Melewati jembatan ponton dengan berjalan kaki.
C. Menggunakan kapal dari bawah jembatan Musi.
D. Melewati jembatan Musi dengan berjalan kaki.
B. Melewati jembatan ponton dengan berjalan kaki.
C. Menggunakan kapal dari bawah jembatan Musi.
D. Melewati jembatan Musi dengan berjalan kaki.
C. Menggunakan kapal dari bawah jembatan Musi.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita tentang kunjungan Adit dan Danu, disebutkan dengan jelas pada kalimat: "Waktu itu, mereka naik kapal dari bawah jembatan Musi."
Pengalaman tersebut merupakan kunjungan pertama kalinya mereka ke Pulau Kemaro.
Sementara itu, opsi mengenai jembatan ponton (pilihan A dan B) adalah cara yang mereka gunakan pada kunjungan yang kedua kalinya.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita tentang kunjungan Adit dan Danu, disebutkan dengan jelas pada kalimat: "Waktu itu, mereka naik kapal dari bawah jembatan Musi."
Pengalaman tersebut merupakan kunjungan pertama kalinya mereka ke Pulau Kemaro.
Sementara itu, opsi mengenai jembatan ponton (pilihan A dan B) adalah cara yang mereka gunakan pada kunjungan yang kedua kalinya.
Soal No.14
Apa peristiwa yang membuat Danu dan Adit berpikir bahwa bersyukur adalah hal yang penting di dalam hidup mereka?
Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Pertunjukan barongsai ditiadakan sehingga mereka memilih berkeliling pulau.
Keluarga Danu berjalan kaki melewati jembatan Ponton meskipun hujan turun.
Penerbangan lampion dihilangkan, mereka memilih makan makanan khas Imlek.
Keluarga Danu berjalan kaki melewati jembatan Ponton meskipun hujan turun.
Penerbangan lampion dihilangkan, mereka memilih makan makanan khas Imlek.
Pernyataan 1 dan Pernyataan 3
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita, turunnya hujan deras menyebabkan acara utama seperti pertunjukan barongsai dan penerbangan lampion dibatalkan.
Meskipun sedih karena rencana awal tidak sesuai harapan, Adit dan Danu tetap beradaptasi dengan cara berkeliling pulau dan mencoba makanan khas Imlek.
Pengalaman inilah yang mengajarkan mereka bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana, sehingga mereka belajar untuk tetap bersyukur dan menjalani apa yang ada dengan baik.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita, turunnya hujan deras menyebabkan acara utama seperti pertunjukan barongsai dan penerbangan lampion dibatalkan.
Meskipun sedih karena rencana awal tidak sesuai harapan, Adit dan Danu tetap beradaptasi dengan cara berkeliling pulau dan mencoba makanan khas Imlek.
Pengalaman inilah yang mengajarkan mereka bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana, sehingga mereka belajar untuk tetap bersyukur dan menjalani apa yang ada dengan baik.
Soal No.15
Berdasarkan cerita, apa yang akan kamu lakukan jika rencana berlibur ke pantai batal akibat hujan?
A. Berlapang dada dan memilih untuk menyusun rencana menyenangkan lain di rumah.
B. Merasa sedih sehingga memilih untuk melihat hujan dari jendela berharap hujan segera reda.
C. Bersikap biasa-biasa saja dan memilih untuk berdiam diri di rumah tanpa aktivitas apa pun.
D. Memilih untuk melanjutkan tidur sembari berharap hujan bisa reda ketika sudah bangun nantinya.
B. Merasa sedih sehingga memilih untuk melihat hujan dari jendela berharap hujan segera reda.
C. Bersikap biasa-biasa saja dan memilih untuk berdiam diri di rumah tanpa aktivitas apa pun.
D. Memilih untuk melanjutkan tidur sembari berharap hujan bisa reda ketika sudah bangun nantinya.
A. Berlapang dada dan memilih untuk menyusun rencana menyenangkan lain di rumah.
Pembahasan :
Berdasarkan nilai moral dari cerita Adit dan Danu, ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan akibat hujan deras, mereka tidak menyerah atau terus bersedih.
Mereka tetap berusaha menikmati suasana dengan cara lain (berkeliling pulau dan mencoba makanan khas).
Oleh karena itu, jika dihubungkan dengan situasi batal berlibur ke pantai akibat hujan, sikap yang paling sesuai adalah berlapang dada dan mencari alternatif kegiatan menyenangkan lainnya di rumah, sejalan dengan pelajaran untuk tetap bersyukur dan menjalani apa yang ada dengan baik.
Pembahasan :
Berdasarkan nilai moral dari cerita Adit dan Danu, ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan akibat hujan deras, mereka tidak menyerah atau terus bersedih.
Mereka tetap berusaha menikmati suasana dengan cara lain (berkeliling pulau dan mencoba makanan khas).
Oleh karena itu, jika dihubungkan dengan situasi batal berlibur ke pantai akibat hujan, sikap yang paling sesuai adalah berlapang dada dan mencari alternatif kegiatan menyenangkan lainnya di rumah, sejalan dengan pelajaran untuk tetap bersyukur dan menjalani apa yang ada dengan baik.
Teks untuk soal nomor 16 s.d. 18!
Perubahan iklim, bencana alam, dan kesehatan manusia adalah masalah serius. Untuk mengatasinya, pemerintah berupaya membangun kota berkelanjutan. Kita perlu tahu ciri-ciri kota yang nyaman dan sehat.
Kota berkelanjutan memiliki transportasi publik ramah lingkungan dan murah. Bus dan kereta tidak mencemari udara serta terjangkau. Kendaraan pribadi juga harus ramah lingkungan, seperti mobil listrik. Kota ini menyediakan jalur khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda.
Listrik di kota berkelanjutan berasal dari tenaga surya. Gedung-gedung dirancang hemat energi dan ramah lingkungan. Penggunaan air pun dilakukan secara bijak dan efisien.
Fasilitas publik mudah diakses oleh semua orang. Taman, perpustakaan, dan rumah sakit tersedia di berbagai lokasi. Kota juga memiliki ruang terbuka hijau yang nyaman dan asri.
Kota berkelanjutan memperhatikan produksi makanan ramah lingkungan. Pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, termasuk daur ulang sampah.
Dengan semua ciri-ciri ini, kota menjadi sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Mari jaga kota kita agar tetap berkelanjutan!
Kota berkelanjutan memiliki transportasi publik ramah lingkungan dan murah. Bus dan kereta tidak mencemari udara serta terjangkau. Kendaraan pribadi juga harus ramah lingkungan, seperti mobil listrik. Kota ini menyediakan jalur khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda.
Listrik di kota berkelanjutan berasal dari tenaga surya. Gedung-gedung dirancang hemat energi dan ramah lingkungan. Penggunaan air pun dilakukan secara bijak dan efisien.
Fasilitas publik mudah diakses oleh semua orang. Taman, perpustakaan, dan rumah sakit tersedia di berbagai lokasi. Kota juga memiliki ruang terbuka hijau yang nyaman dan asri.
Kota berkelanjutan memperhatikan produksi makanan ramah lingkungan. Pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, termasuk daur ulang sampah.
Dengan semua ciri-ciri ini, kota menjadi sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Mari jaga kota kita agar tetap berkelanjutan!
Soal No.16
Apa yang menjadi fokus utama dalam teks tersebut?
A. Manfaat menggunakan kendaraan tenaga listrik.
B. Pentingnya kota berkelanjutan untuk masa depan.
C. Fasilitas publik yang tersedia di kota berkelanjutan.
D. Cara pengolahan sampah di kota berkelanjutan.
B. Pentingnya kota berkelanjutan untuk masa depan.
C. Fasilitas publik yang tersedia di kota berkelanjutan.
D. Cara pengolahan sampah di kota berkelanjutan.
B. Pentingnya kota berkelanjutan untuk masa depan.
Pembahasan :
Teks secara keseluruhan membahas tentang upaya pembangunan kota berkelanjutan untuk mengatasi masalah serius seperti perubahan iklim, bencana alam, dan kesehatan manusia, serta memaparkan berbagai ciri-ciri kota tersebut agar menjadi sehat, nyaman, dan ramah lingkungan.
Pembahasan :
Teks secara keseluruhan membahas tentang upaya pembangunan kota berkelanjutan untuk mengatasi masalah serius seperti perubahan iklim, bencana alam, dan kesehatan manusia, serta memaparkan berbagai ciri-ciri kota tersebut agar menjadi sehat, nyaman, dan ramah lingkungan.
Soal No.17
Hasil apa yang diharapkan dari sistem pengolahan sampah yang baik?
A. Kota menjadi bersih.
B. Air menjadi melimpah.
C. Udara menjadi sejuk.
D. Waktu menjadi efisien.
B. Air menjadi melimpah.
C. Udara menjadi sejuk.
D. Waktu menjadi efisien.
A. Kota menjadi bersih.
Pembahasan :
Berdasarkan teks yang telah dipelajari sebelumnya, pengelolaan sampah yang baik (termasuk daur ulang sampah) merupakan salah satu ciri kota berkelanjutan yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan kota agar menjadi sehat, nyaman, dan ramah lingkungan atau bersih, bukan berkaitan dengan air melimpah, udara sejuk, atau efisiensi waktu.
Pembahasan :
Berdasarkan teks yang telah dipelajari sebelumnya, pengelolaan sampah yang baik (termasuk daur ulang sampah) merupakan salah satu ciri kota berkelanjutan yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan kota agar menjadi sehat, nyaman, dan ramah lingkungan atau bersih, bukan berkaitan dengan air melimpah, udara sejuk, atau efisiensi waktu.
Soal No.18
Berdasarkan isi teks, mengapa ciri-ciri kota berkelanjutan belum nampak dalam gambar?
Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Tidak ada gambar ruang terbuka hijau seperti taman dan lapangan.
Tidak ada gambar alat transportasi ramah lingkungan bertenaga listrik.
Tidak ada gambar manusia yang sedang melakukan aktivitas di jalan.
Tidak ada gambar alat transportasi ramah lingkungan bertenaga listrik.
Tidak ada gambar manusia yang sedang melakukan aktivitas di jalan.
Pernyataan 1 dan Pernyataan 2
Pembahasan :
Dalam teks disebutkan bahwa kota berkelanjutan memiliki fasilitas seperti taman serta ruang terbuka hijau yang nyaman dan asri, yang merujuk pada pilihan pertama.
Dalam teks juga disebutkan adanya kendaraan pribadi yang ramah lingkungan, seperti mobil listrik, serta transportasi publik ramah lingkungan seperti bus dan kereta, yang merujuk pada pilihan kedua.
Pilihan ketiga (tidak ada gambar manusia yang sedang melakukan aktivitas di jalan) tidak berkaitan dengan ciri-ciri kota berkelanjutan yang dibahas di dalam teks.
Pembahasan :
Dalam teks disebutkan bahwa kota berkelanjutan memiliki fasilitas seperti taman serta ruang terbuka hijau yang nyaman dan asri, yang merujuk pada pilihan pertama.
Dalam teks juga disebutkan adanya kendaraan pribadi yang ramah lingkungan, seperti mobil listrik, serta transportasi publik ramah lingkungan seperti bus dan kereta, yang merujuk pada pilihan kedua.
Pilihan ketiga (tidak ada gambar manusia yang sedang melakukan aktivitas di jalan) tidak berkaitan dengan ciri-ciri kota berkelanjutan yang dibahas di dalam teks.
Teks untuk soal nomor 19 s.d. 21!
“Pokoknya Rara mau hp sebelum ruwatan!” rengek Rara.
“Maaf, Nak! Ibu belum bisa membelikannya!” terang Ibu.
“Jadi Rara tidak bisa ikut tradisi ruwatan?” tanyanya kesal.
Ibu sedih mendengar pertanyaan Rara.
Ayah yang tidak sengaja lewat, ikut mendengar.
“Rara! Kamu minta hp?” tanya Ayah.
“Iya!” jawabnya.
“Kata ketua adat, Rara boleh minta satu permintaan ke ayah ibu.” terang Rara.
“Trus, permintaan Rara itu harus dipenuhi, baru Rara bisa ikut ruwatan, Yah!” lanjut Rara.
Ayah mengangguk, dan perlahan menjelaskan keadaan mereka.
Ibunya seorang pedagang kecil dan ayah hanya penjaga vila.
Jadi cukup berat untuk membelikan hp.
Rara sadar, dirinya tidak kaya dan meminta maaf ke Ayah dan Ibu.
Akhirnya Rara hanya meminta dibelikan buku cerita di pasar.
Tibalah hari Ruwatan, saat rambut Rara akan dipotong.
Rara sudah bersiap dengan baju adat.
“Wuah, bagus bajunya!” kata Rara takjub.
“Ayo, Nak! Kamu harus segera bergabung dengan teman lainnya!” perintah Ibu.
“Mau kemana, Bu?” tanya Rara.
Ibu menjelaskan kalau Rara akan dibawa ke tempat ritual ruwatan.
Di sana ketua adat akan memotong rambut gimbal Rara.
“Setelah rambut Rara dipotong, Rara ngapain, Bu?”
“Penyerahan permintaan dan larung rambut!” jawab Ibu dan Rara menjadi bingung.
“Ibu dan ayah akan memberikan barang yang kamu minta kemarin.” jawab Ibu.
“Asik! Terima kasih, Bu!” ucap Rara.
“Tapi kamu harus tetap ikut acara larung rambut, ya, di sungai dekat desa!”
“Baik, Ibu!” sambil memberikan jempol.
Daftar istilah:
HP = Handphone/ponsel/telepon genggam
Tradisi Ruwatan adalah tradisi mencukur rambut anak gimbal untuk melepaskan seseorang dari keburukan.
“Maaf, Nak! Ibu belum bisa membelikannya!” terang Ibu.
“Jadi Rara tidak bisa ikut tradisi ruwatan?” tanyanya kesal.
Ibu sedih mendengar pertanyaan Rara.
Ayah yang tidak sengaja lewat, ikut mendengar.
“Rara! Kamu minta hp?” tanya Ayah.
“Iya!” jawabnya.
“Kata ketua adat, Rara boleh minta satu permintaan ke ayah ibu.” terang Rara.
“Trus, permintaan Rara itu harus dipenuhi, baru Rara bisa ikut ruwatan, Yah!” lanjut Rara.
Ayah mengangguk, dan perlahan menjelaskan keadaan mereka.
Ibunya seorang pedagang kecil dan ayah hanya penjaga vila.
Jadi cukup berat untuk membelikan hp.
Rara sadar, dirinya tidak kaya dan meminta maaf ke Ayah dan Ibu.
Akhirnya Rara hanya meminta dibelikan buku cerita di pasar.
Tibalah hari Ruwatan, saat rambut Rara akan dipotong.
Rara sudah bersiap dengan baju adat.
“Wuah, bagus bajunya!” kata Rara takjub.
“Ayo, Nak! Kamu harus segera bergabung dengan teman lainnya!” perintah Ibu.
“Mau kemana, Bu?” tanya Rara.
Ibu menjelaskan kalau Rara akan dibawa ke tempat ritual ruwatan.
Di sana ketua adat akan memotong rambut gimbal Rara.
“Setelah rambut Rara dipotong, Rara ngapain, Bu?”
“Penyerahan permintaan dan larung rambut!” jawab Ibu dan Rara menjadi bingung.
“Ibu dan ayah akan memberikan barang yang kamu minta kemarin.” jawab Ibu.
“Asik! Terima kasih, Bu!” ucap Rara.
“Tapi kamu harus tetap ikut acara larung rambut, ya, di sungai dekat desa!”
“Baik, Ibu!” sambil memberikan jempol.
Daftar istilah:
HP = Handphone/ponsel/telepon genggam
Tradisi Ruwatan adalah tradisi mencukur rambut anak gimbal untuk melepaskan seseorang dari keburukan.
Soal No.19
Siapa yang memotong rambut Rara saat ruwatan?
A. Ketua adat
B. Ibu Rara
C. Ayah Rara
D. Tukang cukur
B. Ibu Rara
C. Ayah Rara
D. Tukang cukur
A. Ketua adat
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita di atas, saat ibu menjelaskan rencana prosesi ruwatan kepada Rara, disebutkan bahwa: "Di sana ketua adat akan memotong rambut gimbal Rara." Oleh karena itu, orang yang memotong rambut Rara pada saat acara ruwatan adalah ketua adat.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita di atas, saat ibu menjelaskan rencana prosesi ruwatan kepada Rara, disebutkan bahwa: "Di sana ketua adat akan memotong rambut gimbal Rara." Oleh karena itu, orang yang memotong rambut Rara pada saat acara ruwatan adalah ketua adat.
Soal No.20
Bagaimana perasaan Rara setelah mendengar penjelasan Ayah?
A. Lega.
B. Puas.
C. Ceria.
D. Ikhlas.
B. Puas.
C. Ceria.
D. Ikhlas.
D. Ikhlas.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita, setelah Ayah menjelaskan keadaan ekonomi keluarga mereka (ibu seorang pedagang kecil dan ayah hanya penjaga vila sehingga berat untuk membelikan HP), Rara menjadi sadar diri bahwa keluarganya tidak kaya. Hal ini ditunjukkan dari tindakan Rara yang meminta maaf kepada Ayah dan Ibu, serta mengubah permintaannya menjadi sesuatu yang lebih sederhana yaitu dibelikan buku cerita di pasar. Sikap dan tindakan Rara tersebut mencerminkan perasaan ikhlas dan pengertian terhadap kondisi orang tuanya.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita, setelah Ayah menjelaskan keadaan ekonomi keluarga mereka (ibu seorang pedagang kecil dan ayah hanya penjaga vila sehingga berat untuk membelikan HP), Rara menjadi sadar diri bahwa keluarganya tidak kaya. Hal ini ditunjukkan dari tindakan Rara yang meminta maaf kepada Ayah dan Ibu, serta mengubah permintaannya menjadi sesuatu yang lebih sederhana yaitu dibelikan buku cerita di pasar. Sikap dan tindakan Rara tersebut mencerminkan perasaan ikhlas dan pengertian terhadap kondisi orang tuanya.
Soal No.21
Sebelumnya kamu suka memaksa minta barang yang kamu inginkan kepada orang tua.
Setelah membaca cerita tersebut, apa yang sebaiknya kamu lakukan jika suatu hari kamu ingin punya barang baru? Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Setelah membaca cerita tersebut, apa yang sebaiknya kamu lakukan jika suatu hari kamu ingin punya barang baru? Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Bertanya kepada ayah dan ibu apakah punya uang atau tidak.
Meminta ayah dan ibu langsung membelikan barang itu.
Memikirkan apakah barang itu perlu atau tidak dimiliki saat ini.
Meminta ayah dan ibu langsung membelikan barang itu.
Memikirkan apakah barang itu perlu atau tidak dimiliki saat ini.
Pernyataan 1 dan Pernyataan 3
Pembahasan :
Dalam cerita, Rara belajar untuk memahami kondisi ekonomi orang tuanya yang sederhana (ibu pedagang kecil dan ayah penjaga vila) sehingga ia sadar diri dan tidak memaksakan keinginannya untuk dibelikan HP yang mahal. Hal ini sejalan dengan pilihan pertama dan ketiga, di mana kita harus memahami atau mempertimbangkan kemampuan serta kebutuhan sebelum meminta sesuatu kepada orang tua.
Pilihan kedua (Meminta ayah dan ibu langsung membelikan barang itu) tidak tepat karena mencerminkan sikap memaksa yang tidak sesuai dengan pesan moral dari kisah Rara.
Pembahasan :
Dalam cerita, Rara belajar untuk memahami kondisi ekonomi orang tuanya yang sederhana (ibu pedagang kecil dan ayah penjaga vila) sehingga ia sadar diri dan tidak memaksakan keinginannya untuk dibelikan HP yang mahal. Hal ini sejalan dengan pilihan pertama dan ketiga, di mana kita harus memahami atau mempertimbangkan kemampuan serta kebutuhan sebelum meminta sesuatu kepada orang tua.
Pilihan kedua (Meminta ayah dan ibu langsung membelikan barang itu) tidak tepat karena mencerminkan sikap memaksa yang tidak sesuai dengan pesan moral dari kisah Rara.
Teks untuk soal nomor 22 s.d. 24!
Nilai Arul selalu bagus sejak dulu. Padahal, dia tidak pernah belajar. Tapi, nilai Arul mulai menurun.
Dewi: “Arul, belajar bareng, yuk! Bareng Reno dan Erni.”
Arul: “Enggak mau, ah! Aku malas.”
Dewi: “Ya, sudah. Aku belajar bareng dulu, ya.”
Arul: “Belajar saja sana. Paling nilainya lebih bagus aku.”
Arul: “Mending aku main bola.”
Arul kembali bermain. Dia mengambil sepatunya. Dia berlari ke lapangan sambil membawa bola. Dia menendang bola ke gawang yang kosong. Keesokan hari setelah ujian, Arul kaget saat melihat nilainya.
Arul: “Kok nilaiku jelek banget?”
Reno: “Emang apa yang kamu pelajari, Rul?”
Arul: “Buat apa aku belajar? Nilaiku loh selalu bagus.”
Erni: “Ya, enggak bisa begitu, Arul. Pelajaran kita kan semakin susah.”
Dewi: “Iya, kita sudah harus rajin belajar.”
Arul: “Dulu aku tidak belajar. Nilaiku juga selalu bagus, ’kan?”
Reno: “Iya. Itu ’kan dulu. Lihat nilaimu sekarang. Semakin lama semakin jelek, ’kan?”
Arul hanya bisa memandangi nilainya.
Dewi: “Kamu harus belajar kalau mau nilai bagus.”
Erni: “Iya. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”
Dewi: “Betul. Harus berusaha kalau mau berhasil.”
Arul: “Apa itu?”
Reno: “Peribahasa, Rul. Ayo belajar bareng biar sama-sama tahu.”
Arul pun mengangguk.
Nilai Arul selalu bagus sejak dulu. Padahal, dia tidak pernah belajar. Tapi, nilai Arul mulai menurun.
Dewi: “Arul, belajar bareng, yuk! Bareng Reno dan Erni.”
Arul: “Enggak mau, ah! Aku malas.”
Dewi: “Ya, sudah. Aku belajar bareng dulu, ya.”
Arul: “Belajar saja sana. Paling nilainya lebih bagus aku.”
Arul: “Mending aku main bola.”
Arul kembali bermain. Dia mengambil sepatunya. Dia berlari ke lapangan sambil membawa bola. Dia menendang bola ke gawang yang kosong. Keesokan hari setelah ujian, Arul kaget saat melihat nilainya.
Arul: “Kok nilaiku jelek banget?”
Reno: “Emang apa yang kamu pelajari, Rul?”
Arul: “Buat apa aku belajar? Nilaiku loh selalu bagus.”
Erni: “Ya, enggak bisa begitu, Arul. Pelajaran kita kan semakin susah.”
Dewi: “Iya, kita sudah harus rajin belajar.”
Arul: “Dulu aku tidak belajar. Nilaiku juga selalu bagus, ’kan?”
Reno: “Iya. Itu ’kan dulu. Lihat nilaimu sekarang. Semakin lama semakin jelek, ’kan?”
Arul hanya bisa memandangi nilainya.
Dewi: “Kamu harus belajar kalau mau nilai bagus.”
Erni: “Iya. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”
Dewi: “Betul. Harus berusaha kalau mau berhasil.”
Arul: “Apa itu?”
Reno: “Peribahasa, Rul. Ayo belajar bareng biar sama-sama tahu.”
Arul pun mengangguk.
Soal No.22
Dalam cerita tersebut, Erni mengatakan “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.
Apa maksud Erni saat mengatakan itu?
Apa maksud Erni saat mengatakan itu?
A. Menginformasikan kepada Arul bahwa ia harus lebih giat dan semangat lagi dalam belajar.
B. Memperjelas ucapan Erni bahwa Arul bisa mendapatkan nilai bagus kalau belajar bersama.
C. Menasihati Arul bahwa ia bisa mendapatkan nilai yang bagus kalau dia tidak sombong.
D. Memberitahukan kepada Arul bahwa ia harus mau belajar kalau ingin nilai ujiannya bagus lagi.
B. Memperjelas ucapan Erni bahwa Arul bisa mendapatkan nilai bagus kalau belajar bersama.
C. Menasihati Arul bahwa ia bisa mendapatkan nilai yang bagus kalau dia tidak sombong.
D. Memberitahukan kepada Arul bahwa ia harus mau belajar kalau ingin nilai ujiannya bagus lagi.
D. Memberitahukan kepada Arul bahwa ia harus mau belajar kalau ingin nilai ujiannya bagus lagi.
Pembahasan :
Dalam cerita, peribahasa "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian" diucapkan oleh Erni untuk menasihati Arul agar mau berusaha keras dan rajin belajar terlebih dahulu (melalui proses belajar yang mungkin terasa melelahkan atau berat/bersakit-sakit) jika di kemudian hari ingin mendapatkan hasil atau nilai ujian yang bagus (bersenang-senang kemudian). Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Dewi berikutnya, "Betul. Harus berusaha kalau mau berhasil."
Pembahasan :
Dalam cerita, peribahasa "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian" diucapkan oleh Erni untuk menasihati Arul agar mau berusaha keras dan rajin belajar terlebih dahulu (melalui proses belajar yang mungkin terasa melelahkan atau berat/bersakit-sakit) jika di kemudian hari ingin mendapatkan hasil atau nilai ujian yang bagus (bersenang-senang kemudian). Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Dewi berikutnya, "Betul. Harus berusaha kalau mau berhasil."
Soal No.23
Bagaimana perubahan sikap Arul setelah menyadari nilainya jelek?
A. Arul menjadi lebih giat untuk belajar sendiri di rumah.
B. Arul berjanji belajar lebih giat kepada teman-temannya.
C. Arul akhirnya mau belajar bersama teman-temanya.
D. Arul merasa akan lebih mudah dalam ujian jika dia belajar.
B. Arul berjanji belajar lebih giat kepada teman-temannya.
C. Arul akhirnya mau belajar bersama teman-temanya.
D. Arul merasa akan lebih mudah dalam ujian jika dia belajar.
C. Arul akhirnya mau belajar bersama teman-temanya.
Pembahasan :
Berdasarkan akhir cerita, setelah dinasihati oleh teman-temannya mengenai pentingnya berusaha dan belajar, Arul merespons ajakan Reno untuk belajar bersama dan mengangguk (menyetujui ajakan tersebut). Hal ini menunjukkan perubahan sikap Arul yang awalnya sombong dan malas, kini mau diajak belajar bersama teman-temannya.
Pembahasan :
Berdasarkan akhir cerita, setelah dinasihati oleh teman-temannya mengenai pentingnya berusaha dan belajar, Arul merespons ajakan Reno untuk belajar bersama dan mengangguk (menyetujui ajakan tersebut). Hal ini menunjukkan perubahan sikap Arul yang awalnya sombong dan malas, kini mau diajak belajar bersama teman-temannya.
Soal No.24
Setelah membaca cerita tersebut, Riza merasa bahwa dirinya memiliki kesamaan dengan Arul yang sama-sama nilainya semakin memburuk.
Apa yang bisa dilakukan Riza agar nilainya bisa bagus berdasarkan pengalaman cerita Arul?
Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
Apa yang bisa dilakukan Riza agar nilainya bisa bagus berdasarkan pengalaman cerita Arul?
Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
| Pernyataan | Benar | Salah | |
| Belajar kelompok bersama teman-teman agar ada yang mengajari materi sulit. | |||
| Meyakini kemampuan diri dan tetap menjalankan hobi bermain sepak bola di lapangan. | |||
| Bertanya ketika guru menjelaskan pelajaran agar lebih yakin menjawab pertanyaan saat ujian. | |||
Benar, Salah, Salah
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Benar): Dalam cerita, Arul pada akhirnya mau menuruti saran teman-temannya untuk belajar bareng agar bisa memahami pelajaran yang semakin susah, seperti yang diajak oleh Reno ("Ayo belajar bareng biar sama-sama tahu").
Pernyataan 2 (Salah): Arul mengalami penurunan nilai karena terlalu malas dan mementingkan bermain bola ketimbang belajar. Jadi, mempertahankan kebiasaan terus bermain bola tanpa mau belajar bukanlah solusi dari cerita tersebut.
Pernyataan 3 (Salah): Kegiatan bertanya kepada guru saat menjelaskan pelajaran tidak disebutkan di dalam teks cerita. Solusi utama yang ditekankan dalam cerita adalah mau berusaha, rajin belajar, dan belajar bersama teman.
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Benar): Dalam cerita, Arul pada akhirnya mau menuruti saran teman-temannya untuk belajar bareng agar bisa memahami pelajaran yang semakin susah, seperti yang diajak oleh Reno ("Ayo belajar bareng biar sama-sama tahu").
Pernyataan 2 (Salah): Arul mengalami penurunan nilai karena terlalu malas dan mementingkan bermain bola ketimbang belajar. Jadi, mempertahankan kebiasaan terus bermain bola tanpa mau belajar bukanlah solusi dari cerita tersebut.
Pernyataan 3 (Salah): Kegiatan bertanya kepada guru saat menjelaskan pelajaran tidak disebutkan di dalam teks cerita. Solusi utama yang ditekankan dalam cerita adalah mau berusaha, rajin belajar, dan belajar bersama teman.
Teks untuk soal nomor 25 s.d. 27!
Sudah bertahun-tahun Yunus bekerja sebagai nelayan. Setiap hari ia mengarungi laut dan melempar jala. Asal tidak badai, Yunus pasti melaut.
Hal ini sangat berbeda dengan Kamal. Padahal keduanya sama-sama mencari hidup di laut. Tapi, Kamal sering bermalas-malasan.
Suatu hari, Kamal datang ke rumah Yunus.
“Yunus, bolehkah aku minta ikan?” kata Kamal.
“Lho, kamu tidak dapat ikan?” tanya Yunus. “Padahal lagi musim ikan, lho.”
“Ah, itu. Aku kemarin tidak melaut. Aku sibuk memperbaiki perahuku yang rusak.”
Merasa kasihan, Yunus memberikan beberapa ikan. Yunus juga mengingatkan Kamal untuk segera melaut.
Beberapa hari berlalu, Kamal masih belum melaut. Alasan Kamal seluas lautan. Tidak ada habisnya. Mulai dari ombak, perahu, sampai anak.
Semuanya dijadikan alasan oleh Kamal. Yunus sampai kesal.
Saat Kamal datang untuk meminta ikan lagi.
“Kamal, ayo melaut. Ikut aku kalau perahumu masih rusak,” tegas Yunus.
“Waduh, belum bisa,” tolak Kamal.
“Ikut saja. Aku kesal melihatmu bermalas-malasan setiap hari,” kata Yunus.
“Orang kampung juga malas denganmu,” kata Yunus. “Setiap hari hanya tiduran, lalu meminta ikan pada tetangga.”
Kamal hanya terdiam. Kamal memang sudah semakin susah meminta ikan. Dengan berat, Kamal melawan rasa malasnya. Ia ikut Yunus melaut. Setiap hari, Kamal ikut dengan Yunus.
Sekarang Kamal sudah melaut setiap hari. Kamal bahkan melaut dengan perahunya sendiri.
Hal ini sangat berbeda dengan Kamal. Padahal keduanya sama-sama mencari hidup di laut. Tapi, Kamal sering bermalas-malasan.
Suatu hari, Kamal datang ke rumah Yunus.
“Yunus, bolehkah aku minta ikan?” kata Kamal.
“Lho, kamu tidak dapat ikan?” tanya Yunus. “Padahal lagi musim ikan, lho.”
“Ah, itu. Aku kemarin tidak melaut. Aku sibuk memperbaiki perahuku yang rusak.”
Merasa kasihan, Yunus memberikan beberapa ikan. Yunus juga mengingatkan Kamal untuk segera melaut.
Beberapa hari berlalu, Kamal masih belum melaut. Alasan Kamal seluas lautan. Tidak ada habisnya. Mulai dari ombak, perahu, sampai anak.
Semuanya dijadikan alasan oleh Kamal. Yunus sampai kesal.
Saat Kamal datang untuk meminta ikan lagi.
“Kamal, ayo melaut. Ikut aku kalau perahumu masih rusak,” tegas Yunus.
“Waduh, belum bisa,” tolak Kamal.
“Ikut saja. Aku kesal melihatmu bermalas-malasan setiap hari,” kata Yunus.
“Orang kampung juga malas denganmu,” kata Yunus. “Setiap hari hanya tiduran, lalu meminta ikan pada tetangga.”
Kamal hanya terdiam. Kamal memang sudah semakin susah meminta ikan. Dengan berat, Kamal melawan rasa malasnya. Ia ikut Yunus melaut. Setiap hari, Kamal ikut dengan Yunus.
Sekarang Kamal sudah melaut setiap hari. Kamal bahkan melaut dengan perahunya sendiri.
Soal No.25
Apa frasa yang menunjukkan bahwa Yunus adalah seorang nelayan?
Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Mengarungi laut.
Melempar jala.
Memperbaiki perahu.
Melempar jala.
Memperbaiki perahu.
Pernyataan 1 dan Pernyataan 2
Pembahasan :
Mengarungi laut — Frasa ini menggambarkan aktivitas utama seorang nelayan yang bekerja di atas perairan luas (laut) untuk mencari ikan.
Melempar jala — Frasa ini merujuk langsung pada alat tangkap tradisional yang digunakan oleh nelayan (jala atau jaring) untuk menangkap ikan di air.
Kenapa "Memperbaiki perahu" bukan jawaban yang tepat? Meskipun perahu identik dengan nelayan, dalam cerita tersebut frasa "memperbaiki perahu" justru digunakan untuk menggambarkan alasan Kamal yang bermalas-malasan dan tidak mau melaut, bukan sebagai aktivitas rutin Yunus sang nelayan yang rajin.
Pembahasan :
Mengarungi laut — Frasa ini menggambarkan aktivitas utama seorang nelayan yang bekerja di atas perairan luas (laut) untuk mencari ikan.
Melempar jala — Frasa ini merujuk langsung pada alat tangkap tradisional yang digunakan oleh nelayan (jala atau jaring) untuk menangkap ikan di air.
Kenapa "Memperbaiki perahu" bukan jawaban yang tepat? Meskipun perahu identik dengan nelayan, dalam cerita tersebut frasa "memperbaiki perahu" justru digunakan untuk menggambarkan alasan Kamal yang bermalas-malasan dan tidak mau melaut, bukan sebagai aktivitas rutin Yunus sang nelayan yang rajin.
Soal No.26
Bagaimana sikap Kamal setelah ia mendapat teguran dan dipaksa ikut melaut dengan Yunus?
A. Tersadar untuk rajin melaut setiap hari.
B. Bersemangat melaut bersama para warga.
C. Tergerak untuk serius memperbaiki kapal.
D. Berusaha keras membuktikan pada warga.
B. Bersemangat melaut bersama para warga.
C. Tergerak untuk serius memperbaiki kapal.
D. Berusaha keras membuktikan pada warga.
A. Tersadar untuk rajin melaut setiap hari.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita pada bagian akhir:
"Kamal hanya terdiam. Kamal memang sudah semakin susah meminta ikan. Dengan berat, Kamal melawan rasa malasnya. Ia ikut Yunus melaut. Setiap hari, Kamal ikut dengan Yunus. Sekarang Kamal sudah melaut setiap hari. Kamal bahkan melaut dengan perahunya sendiri."
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita pada bagian akhir:
"Kamal hanya terdiam. Kamal memang sudah semakin susah meminta ikan. Dengan berat, Kamal melawan rasa malasnya. Ia ikut Yunus melaut. Setiap hari, Kamal ikut dengan Yunus. Sekarang Kamal sudah melaut setiap hari. Kamal bahkan melaut dengan perahunya sendiri."
Soal No.27
Setelah membaca cerita, Johan, Simon, dan Maria berpendapat sebagai berikut.
Simon : "Aku kagum dengan sikap Yunus yang tetap mau menemani Kamal."
Johan : "Iya, tapi Yunus terlalu sabar dengan perilaku Kamal. Itu menjengkelkan."
Maria : "Aku pun geregetan karena Kamal memang pantas ditegur dengan keras."
Pendapat siapa yang paling sesuai dengan bagian akhir cerita tersebut?
Simon : "Aku kagum dengan sikap Yunus yang tetap mau menemani Kamal."
Johan : "Iya, tapi Yunus terlalu sabar dengan perilaku Kamal. Itu menjengkelkan."
Maria : "Aku pun geregetan karena Kamal memang pantas ditegur dengan keras."
Pendapat siapa yang paling sesuai dengan bagian akhir cerita tersebut?
Klik pada pilihan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
| Pernyataan | Sesuai | Tidak Sesuai | |
| Johan karena Yunus memang terlalu baik hati pada Kamal dan tetangga. | |||
| Simon karena Yunus mau menemani Kamal sampai terbiasa melaut sendiri. | |||
| Maria karena Yunus menegur keras ketika perilaku Kamal sudah kelewatan. | |||
Tidak Sesuai, Sesuai, Sesuai
Pembahasan :
1. Johan (Tidak Sesuai)
Alasan: Johan berpendapat bahwa Yunus terlalu sabar dan menjengkelkan. Memang benar Yunus sempat kesal, tetapi di akhir cerita ketegasan Yunus justru membuahkan hasil yang positif (Kamal berubah menjadi rajin). Teks tidak mendukung kesimpulan bahwa Yunus terlalu baik hati hingga dianggap menjengkelkan secara keseluruhan.
2. Simon (Sesuai)
Alasan: Pendapat Simon sesuai dengan teks karena Yunus terbukti mau mengajak dan menemani Kamal melaut sampai akhirnya Kamal bisa mandiri dan melaut sendiri dengan perahunya.
3. Maria (Sesuai)
Alasan: Pendapat Maria sesuai karena di dalam cerita, Yunus memang menegur Kamal dengan keras setelah perilakunya dianggap kelewatan (malas setiap hari, beralasan terus, dan hanya mengandalkan tetangga).
Pembahasan :
1. Johan (Tidak Sesuai)
Alasan: Johan berpendapat bahwa Yunus terlalu sabar dan menjengkelkan. Memang benar Yunus sempat kesal, tetapi di akhir cerita ketegasan Yunus justru membuahkan hasil yang positif (Kamal berubah menjadi rajin). Teks tidak mendukung kesimpulan bahwa Yunus terlalu baik hati hingga dianggap menjengkelkan secara keseluruhan.
2. Simon (Sesuai)
Alasan: Pendapat Simon sesuai dengan teks karena Yunus terbukti mau mengajak dan menemani Kamal melaut sampai akhirnya Kamal bisa mandiri dan melaut sendiri dengan perahunya.
3. Maria (Sesuai)
Alasan: Pendapat Maria sesuai karena di dalam cerita, Yunus memang menegur Kamal dengan keras setelah perilakunya dianggap kelewatan (malas setiap hari, beralasan terus, dan hanya mengandalkan tetangga).
Teks untuk soal nomor 28 s.d. 30!
Halo! Namaku Lianne. Aku suka sekali menggambar. Ini teman-temanku. Ada Albert, Giffari, dan Amber. Kami sedang bermain bersama.
Suatu hari, Albert memenangi lomba matematika. Sebagai temannya, aku sangat bangga kepadanya! Namun, saat aku pulang, Mama berkata, "Coba saja kamu pintar seperti Albert! Dia pintar matematika! Dia pasti rajin belajar!"
Aku tidak boleh mengecewakan Mama. Aku harus bisa seperti Albert. Namun, hasil belajarku semalam suntuk tetap saja tidak berhasil.
Saat aku jalan bersama Mama, aku bertemu Giffari. Dia sedang bermain basket. Keren sekali. "Coba saja kamu pandai bermain basket seperti Giffari!" seru Mama.
Aku berlatih basket. Susah sekali ternyata. Aku tidak bisa.
Saat pulang, aku melihat Amber sedang bernyanyi. Wah, merdu sekali! "Coba saja kamu pandai bernyanyi seperti Amber! Lihat! Bagus sekali, bukan?" seru Mama.
Aku mencoba menyanyi, "Bukan begitu!!! Nada kamu salah!!!" teriak Amber.
Uuuh! Aku kesal sekali. Lebih baik aku menggambar saja. Sebaiknya, aku melatih kemampuan menggambarku di luar. Bertemu dengan orang-orang. Berkeliling tempat berbeda. Mencari ide menarik. Menyenangkan sekali!
Wah, ada lomba menggambar! Aku pun mengirimkan gambarku. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba Mama memberitahuku. Katanya, aku menang lomba menggambar! Mama bangga sekali denganku. Mama sadar bahwa setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Aku senang akhirnya Mama menerima bakatku apa adanya.
Suatu hari, Albert memenangi lomba matematika. Sebagai temannya, aku sangat bangga kepadanya! Namun, saat aku pulang, Mama berkata, "Coba saja kamu pintar seperti Albert! Dia pintar matematika! Dia pasti rajin belajar!"
Aku tidak boleh mengecewakan Mama. Aku harus bisa seperti Albert. Namun, hasil belajarku semalam suntuk tetap saja tidak berhasil.
Saat aku jalan bersama Mama, aku bertemu Giffari. Dia sedang bermain basket. Keren sekali. "Coba saja kamu pandai bermain basket seperti Giffari!" seru Mama.
Aku berlatih basket. Susah sekali ternyata. Aku tidak bisa.
Saat pulang, aku melihat Amber sedang bernyanyi. Wah, merdu sekali! "Coba saja kamu pandai bernyanyi seperti Amber! Lihat! Bagus sekali, bukan?" seru Mama.
Aku mencoba menyanyi, "Bukan begitu!!! Nada kamu salah!!!" teriak Amber.
Uuuh! Aku kesal sekali. Lebih baik aku menggambar saja. Sebaiknya, aku melatih kemampuan menggambarku di luar. Bertemu dengan orang-orang. Berkeliling tempat berbeda. Mencari ide menarik. Menyenangkan sekali!
Wah, ada lomba menggambar! Aku pun mengirimkan gambarku. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba Mama memberitahuku. Katanya, aku menang lomba menggambar! Mama bangga sekali denganku. Mama sadar bahwa setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Aku senang akhirnya Mama menerima bakatku apa adanya.
Soal No.28
Siapa yang sangat suka menggambar?
A. Albert.
B. Giffari.
C. Lianne.
D. Amber.
B. Giffari.
C. Lianne.
D. Amber.
C. Lianne.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita yang telah dipelajari sebelumnya, disebutkan secara jelas pada bagian awal kalimat:
"Halo! Namaku Lianne. Aku suka sekali menggambar."
Oleh karena itu, pilihan yang tepat untuk pertanyaan mengenai siapa yang sangat suka menggambar adalah Lianne.
Pembahasan :
Berdasarkan teks cerita yang telah dipelajari sebelumnya, disebutkan secara jelas pada bagian awal kalimat:
"Halo! Namaku Lianne. Aku suka sekali menggambar."
Oleh karena itu, pilihan yang tepat untuk pertanyaan mengenai siapa yang sangat suka menggambar adalah Lianne.
Soal No.29
Bagaimana sifat yang ditunjukkan Lianne pada cerita tersebut?
A. Rajin belajar, dibuktikan dengan ia yang berprestasi pada pelajaran matematika.
B. Gemar olah raga, dibuktikan dengan ia yang rajin berlatih olah raga basket.
C. Pantang menyerah, dibuktikan dengan ia yang terus giat mengasah bakatnya.
D. Lapang dada, dibuktikan dengan ia yang dapat menerima kekurangan dirinya.
B. Gemar olah raga, dibuktikan dengan ia yang rajin berlatih olah raga basket.
C. Pantang menyerah, dibuktikan dengan ia yang terus giat mengasah bakatnya.
D. Lapang dada, dibuktikan dengan ia yang dapat menerima kekurangan dirinya.
C. Pantang menyerah, dibuktikan dengan ia yang terus giat mengasah bakatnya.
Pembahasan :
C (Benar): Sifat pantang menyerah ditunjukkan oleh Lianne ketika ia tidak menyerah meskipun sempat gagal dan dipaksa untuk menguasai bidang lain yang bukan keahliannya. Ia kemudian memilih untuk melatih kemampuan menggambarnya di luar, mencari ide, hingga akhirnya berhasil memenangkan lomba menggambar.
A (Salah): Yang berprestasi di pelajaran matematika adalah Albert, bukan Lianne.
B (Salah): Yang pandai dan rajin berlatih basket adalah Giffari, bukan Lianne (Lianne justru gagal saat mencoba basket).
D (Salah): Sifat lapang dada tidak sesuai dengan konteks cerita ini karena fokus utamanya adalah tentang menemukan dan mengasah bakat diri sendiri, sementara yang belajar menerima keadaan di akhir cerita adalah sang Mama, bukan Lianne.
Pembahasan :
C (Benar): Sifat pantang menyerah ditunjukkan oleh Lianne ketika ia tidak menyerah meskipun sempat gagal dan dipaksa untuk menguasai bidang lain yang bukan keahliannya. Ia kemudian memilih untuk melatih kemampuan menggambarnya di luar, mencari ide, hingga akhirnya berhasil memenangkan lomba menggambar.
A (Salah): Yang berprestasi di pelajaran matematika adalah Albert, bukan Lianne.
B (Salah): Yang pandai dan rajin berlatih basket adalah Giffari, bukan Lianne (Lianne justru gagal saat mencoba basket).
D (Salah): Sifat lapang dada tidak sesuai dengan konteks cerita ini karena fokus utamanya adalah tentang menemukan dan mengasah bakat diri sendiri, sementara yang belajar menerima keadaan di akhir cerita adalah sang Mama, bukan Lianne.
Soal No.30
Dinda selesai membaca cerita "Mama, Aku Bukan Dia". Dinda juga tidak suka dibandingkan-bandingkan dengan orang lain. Ia yakin, setiap orang memiliki keunggulan yang berbeda-beda.
Apa kemungkinan yang dirasakan oleh Dinda ketika Lianne selalu dibandingkan dengan teman-temannya oleh Mamanya?
Klik pada pilihan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
Apa kemungkinan yang dirasakan oleh Dinda ketika Lianne selalu dibandingkan dengan teman-temannya oleh Mamanya?
Klik pada pilihan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
| Pernyataan | Setuju | Tidak Setuju | |
| Sedih, karena Lianne selalu tidak diakui keunikannya oleh mamanya. | |||
| Marah, karena teman-temannya selalu lebih unggul darinya. | |||
| Kecewa, karena ia tidak bisa menjadi dirinya sendiri di depan mamanya. | |||
Setuju, Tidak Setuju, Setuju
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Setuju): Dinda yang memiliki sifat serupa tentu merasa sedih karena di dalam cerita, Mama Lianne tidak melihat atau mengakui keunikan serta bakat menggambar Lianne, melainkan terus menuntutnya menjadi seperti orang lain.
Pernyataan 2 (Tidak Setuju): Kemarahan atau kekesalan Lianne dan Dinda bukan ditujukan karena teman-temannya unggul, melainkan karena perlakuan mamanya yang membanding-bandingkan dan menuntut Lianne menguasai hal yang bukan bidangnya.
Pernyataan 3 (Setuju): Dinda dan Lianne sama-sama merasakan kekecewaan karena di hadapan sang mama, mereka tidak diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri dan menjadi diri sendiri sesuai bakat yang mereka miliki.
Pembahasan :
Pernyataan 1 (Setuju): Dinda yang memiliki sifat serupa tentu merasa sedih karena di dalam cerita, Mama Lianne tidak melihat atau mengakui keunikan serta bakat menggambar Lianne, melainkan terus menuntutnya menjadi seperti orang lain.
Pernyataan 2 (Tidak Setuju): Kemarahan atau kekesalan Lianne dan Dinda bukan ditujukan karena teman-temannya unggul, melainkan karena perlakuan mamanya yang membanding-bandingkan dan menuntut Lianne menguasai hal yang bukan bidangnya.
Pernyataan 3 (Setuju): Dinda dan Lianne sama-sama merasakan kekecewaan karena di hadapan sang mama, mereka tidak diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri dan menjadi diri sendiri sesuai bakat yang mereka miliki.















