Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menjadi Juara Olimpiade Nasional

Semua orang di dunia pasti ingin menjadi pemenang alias juara. Beberapa orang mengira predikat tersebut dapat diraih dengan mudah. Bahkan ada yang berpikiran hanya bisa dicapai oleh orang-orang beruntung saja. 

Apakah pendapat-pendapat tersebut benar? 
Mungkin iya mungkin juga tidak. Jika iya persentasenya sangat kecil dibawah 2% (satu dari sejuta orang).
Yang pasti kesuksesan perlu proses dan perjuangan.

Juara Olimpiade
Ilustrasi Piala

Olimpiade merupakan kompetisi bergengsi dan precious bagi siswa. Para orangtua mendambakan putra-putrinya mampu memenangkan kompetisi ini. Reward yang diperoleh ketika menjadi juara yakni piagam, piala, uang pembinaan, dan kebanggaan.

Pemerintah rutin mengadakan olimpiade setiap tahun. Pada awal diselenggarakan bernama OSN. Singkatan dari Olimpiade Sains Nasional. Diikuti oleh siswa dari jenjang SD sampai SMA. Mulai tahun 2020 olimpiade berganti nama menjadi KSN yakni Kompetisi Sains Nasional. Teknis pelaksanaan olimpiade tidak mengalami perubahan yang signifikan

Seleksi KSN sendiri dimulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Para juara nasional nantinya akan diseleksi untuk mengikuti pelatnas persiapan olimpiade internasional. Ribuan anak saling berkompetisi untuk memperebutkan predikat terbaik. 

Berikut ini cara menjadi juara olimpiade nasional berdasarkan pengalaman para juara berturut-turut ajang akademik terbesar di Indonesia:

1. Pelajari Habis Materi Dasar

Materi dasar yang dimasud, materi yang diperoleh di jenjang pendidikan yang sama. Fokuslah pada satu saja bidang studi yang diminati.
Materi dasar
Membaca 

Misalnya:
Kalian ingin mengikuti olimpiade jenjang SD pelajaran IPA, maka harus mempelajari materi IPA dari kelas empat sampai kelas enam, meskipun sekarang kalian hanya siswa kelas empat atau lima.
Ini penting kalian pelajari sebagai pondasi dasar dan basic concepts yang digunakan acuan dalam menjawab semua soal olimpiade.

Jika kalian mengikuti olimpiade jenjang SMP pelajaran IPA (Gabungan materi fisika dan biologi. Dulu dibedakan menjadi bidang studi yakni biologi dan fisika) maka materi kelas tujuh, delapan, dan sembilan harus sudah habis dipelajari.

Tidak ada orang yang bisa memprediksi secara tepat dan komprehensif materi yang akan muncul setiap tingkatan kompetisi. Jadi, alangkah baiknya kalian pelajari semua materi.

Banyak keuntungan jika mempelajari materi tertentu lebih awal dibanding dengan yang lain. Saat pelajaran reguler di kelas kalian hanya perlu mempelajari materi pengembangannya saja. Bahkan bisa membantu teman-teman yang belum paham materi ajar.

Belajar pun tidak boleh setengah-setengah atau lompat. Maksudnya, untuk belajar IPA SMP, kalian harus mempelajari materi gaya sebelum meteri usaha, karena keduanya memiliki keterkaitan yang erat. Kalian akan bingung apabila belajar usaha sebelum gaya. 

Ada beberapa istilah yang tidak kalian mengerti. Usaha merupakan gaya yang diberikan kepada suatu benda sehingga mengalami suatu perpindahan. Kalian akan bingung dengan arti gaya yang dimaksud.

Agar mempermudah memahami semua materi dari jenjang yang sama, sebaiknya kerjakan semua latihan soal yang ada. Kemudian cocokan jawaban dengan kunci, samakan persepsi dengan pembahasan.

Kunci suksesnya adalah jangan menghafal. Terapkan mindful learning atau belajar bermakna. Maksudnya, kalian harus menghayati materi. Mengaitkan konsep, dalil, teorema dan hukum yang ada dengan kehidupan sehari-hari.

Ini juga berlaku untuk mata pelajaran yang lain

2. Pelajari Pendalaman Materi

Pendalaman materi yang dimaksud adalah materi yang memiliki kaitan dengan materi dasar tetapi lebih luas. Beberapa konsep dijelaskan sangat terperinci dan kompleks. Hubungan keterkaitan juga erat dibahas. Materi ini setingkat lebih tinggi dari jenjang olimpiade yang diikuti
Perdalam materi
Perdalam materi

Misalnya:
Jika kalian mengikuti olimpiade SD bidang IPA, maka kalian harus mempelajari materi SMP juga
Jika olimpiade SMP yang diikuti, materi SMA wajib dipelajari
Peserta olimpiade SMA harus mempelajari materi perguruan tinggi.

Ini memang pola-pola yang sering terjadi di lingkungan kompetisi. Tidak jarang persiapan matang perlu disusun dan diimplementasikan guna mencapai target yang diharapkan.

Tidak jarang ada siswa SMP yang sudah mendapatkan mendali emas di tingkat nasional mengikuti olimpiade SMA setahun setelahnya.

Apakah wajar siswa SD kelas V mempelajari materi SMP Kelas 9?
Kenapa tidak?
Kalau siswa tersebut memang suka belajar dan memiliki tekad yang bulat untuk menjadi juara olimpiade.

Seberapa penting pendalaman materi ini?
Sangat penting
Jangan berharap ingin menjadi juara dan melewati berbagai tahap lomba kalau kalian tidak serius belajar ini.
Kebanyakan soal olimpiade yang muncul merupakan soal pengembangan dan modifikasi yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Mayoritas soal tentang pemecahan masalah. 
Jangan mengharapkan soal sama dengan yang ada di text book. Kalian akan kecewa nanti saat lomba.

Memang tidak menutup kemungkinan soal akan sama dengan di buku, tetapi bukan terbitan dalam negeri. Mereka akan mengutip dari buku-buku luar negeri. 

Misalnya Olimpiade Fisika SMA yang beberapa tahun belakangan ada yang sama percis dengan buku diluar Indonesia.

Kalau begitu pelajari saja buku tersebut. Iya boleh, tetapi bukunya memiliki serial yang banyak dengan soal yang tidak sedikit pula. Alangkah baiknya jika dipelajari secara keseluruhan.

3. Sering Mengikuti Olimpiade Regional

Olimpiade regional yakni event yang diadakan oleh suatu lembaga tertentu, bisa universitas, sekolah, badan usaha, dan bimbel. Informasi event ini bisa kalian lihat melalui poster yang tersebar luas melalui sosial media. 
Pertemuan banyak orang
Pertemuan

Semakin banyak lomba yang diikuti maka, pengalaman akan banyak.
Keadaan dan sensasi lomba sangat berbeda dengan di kelas.

Saat lomba kalian akan melihat peserta dari berbagai sekolah. Penampilan saiangan pun beranekaragam ada yang memaki rompi, kacamata tebal, memiliki raut muka datar, ekspresif, tampak orang pintar dan masih banyak karakter lainnya.

Mental kalian akan diuji disini. Jangan minder, meskipun anak berkacamata memiliki stereotip pintar tapi kenyataannya belum pasti. Mungkin saja dia kebanyakan bermain game dibanding belajar sehingga harus memakai kacamata.

Fokuslah dengan diri sendiri. Jika sebelumnya sudah belajar dan latihan soal maka jangan pernah ada rasa takut sedikit pun. Mereka sama-sama makan nasi, tak usah berlebihan.

Hal buruk dipikiran kita tak akan pernah terjadi.

Sering mengikuti lomba akan meningkatkan rasa kepercayaan diri sampai kalian bisa bekata "oh, biasa saja" saat lomba. Motivasi untuk berprestasipun akan terbentuk lebih kuat dari biasanya setelah melihat para juara menaiki podium disambut iringan musik dan sambutan meriah dari MC acara.

Semua pasti ingin menjadi sorotan banyak orang sebagai sang juara.

4. Perluas Pertemanan Dengan Anak Olimpiade

Anak olimpiade yang dimaksud adalah orang yang sering mengikuti olimpiade. Syukur-syukur kalian berada di circle orang sering mendapatkan juara.
Komunitas anak olimpiade
Komunitas

Percaya atau tidak yang menjadi juara olimpiade orangnya hanya itu itu saja. Yang berubah hanya peringkatnya saja. Ada yang dulunya menjadi juara 1 sekarang menjadi juara 2. Jika ada pendatang baru itu sangat jarang.

Partner olimpiade juga kalian perlukan untuk digunakan acuan seberapa jauh materi yang sudah dipelajari. Jika kita bandingkan diri dengan teman sekelas bahkan dengan kakak kelas, jelas kita yang paling pintar dalam bidang yang ditekuni itu.

Kita harus bandingkan diri dengan juara olimpiade. Juara olimpiade sudah belajar 50 materi, kita harus bisa minimal 51. 

Lingkungan yang baik akan memacu diri untuk menjadi yang lebih baik. Bisa melampaui lawan-lawan saat olimpiade.

Teman-teman seperti ini bisa kalian peroleh dari sekolah lain.
Memang terkadang jarang dari mereka akan mengajari materi yang belum kita pahami, tapi setidaknya mereka akan meningkatkan semangatmu belajar

5. Konsisten

Kalian pernah mengikuti olimpiade dan menjadi juara saat SD maka lanjutkanlah ketika sudah SMP dan SMA. Ini modal penting untuk mengembangkan diri.
Konsisten Belajar
Belajar

Konsistenlah mengikuti olimpiade karena akan sangat bermanfaat untuk kehidupanmu kelak. Kalian sudah mengetahui situasi dan teknis pelaksanaan lomba dibandingkan saat pertama kali ikut.

Istilahnya hanya perlu melanjutkan apa yang sudah pernah dikerjakan. Memang susah memulai, tetapi untuk konsisten juga tidak mudah.

Kalian harus memiliki tekad yang kuat untuk senantiasa menghilangkan rasa bosan dan jenuh.
Carilah hobi lain seperti musik bahkan olahraga sebagai selingan kegiatan ditengah keseibukan belajar olimpiade

6. Terus Berdoa

Berdoa itu penting. Tuhan yang maha tahu dan bijaksana sudah mengetahui siapa saja yang sudah berjuang, bekerja keras, berdisiplin, dan layak diberikan penghargaan. Belajar juga harus diimbangi dengan doa. Doa yang tulus meminta petunjuk untuk menjalani proses yang bermakna. Terlepas dari kepercayaan apa yang kalian anut.
Tangan berdoa
Berdoa

Berdoa jangan hanya dilakukan saat lomba saja. Kalian harus berdoa setiap hari
Memohon yang terbaik.
Biarkan semesta selebihnya akan menunjukkan kuasanya.
Yang seharusnya terjadi akan segera terjadi.
Tidak ada usaha yang sia-sia.
Jika gagal hari ini mungkin hanya kemenangan yang tertunda.

Kamu seorang pemenang, layak menjadi yang terbaik atas segala usaha dan hal berharga yang dikorbankan.