Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel Kelas 6 SD

Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel Kelas 6 SD

Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel Kelas 6 SD. Rangkaian listrik sederhana disusun atas beberapa komponen seperti sumber listrik, kabel, peralatan listrik dan sakelar. Ayo kita kenali rangkaian seri dan rangkaian paralel gambar berikut.

Rangkaian Seri

Rangkaian seri merupakan rangkaian alat-alat listrik yang disusun secara berurutan dan tanpa cabang. 

Lampu yang disusun secara seri

Lampu yang disusun secara seri
2 lampu yang disusun secara seri

Baterai yang disusun secara seri

Baterai yang disusun secara seri
2 baterai yang disusun secara seri


Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel merupakan rangkaian alat-alat listrik yang disusun secara berjajar dan bercabang.

Lampu yang disusun secara paralel

Lampu yang disusun secara paralel
2 lampu yang disusun secara paralel

Baterai yang disusun secara paralel

2 baterai yang disusun secara paralel


Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel 

No.  Rangkaian Seri Rangkaian Paralel
1 Terusun berurutanTersusun berjajar
2 Tidak bercabang Bercabang
3 Butuh sedikit kabel  Butuh banyak kabel 
4 Hemat biaya Boros biaya
5 Satu lampu mati, semuanya mati  Satu lampu mati, tidak semuanya lampu mati 
6 Nyala terang lampu berbeda-beda  Semua lampu terangnya sama
7 Hemat daya baterai Baterai lebih boros
8 Arus listrik yang mengalir tiap lampu sama  Arus listrik yang mengalir tiap lampu berbeda

Perbedaan Rangkaian Baterai Seri dan Paralel

No.  Rangkaian Baterai Seri Rangkaian Baterai Paralel
1 Daya listrik lebih besarDaya listrik lebih kecil
2 Daya listrik cepat habis  Daya listrik tahan lama
3 Kapasitas arus listrik kecil  Kapasitas arus listrik lebih besar 

PENJELASAN

Baterai secara Seri

Misalnya, 
Terdapat 1 baterai dengan tegangan 5 V dan kapasitas arus listrik 100 Ah.

Disusunlah rangkaian listrik dengan menggunakan 3 baterai secara seri, maka
dapat kita peroleh tegangan listrik baterai
V = V1 + V2 + V3
V = 5 V + 5V + 5V
V = 15 V

Kapasitas arus listrinya tetap 100 Ah
Inilah yang menjadikan baterai yang disusun secara seri tidak tahan lama

Baterai secara Paralel

Misalnya, 
Terdapat 1 baterai dengan tegangan 5 V dan kapasitas arus listrik 100 Ah.

Disusunlah rangkaian listrik dengan menggunakan 3 baterai secara paralel, maka
dapat kita peroleh tegangan listrik baterai 
V = 5 V

Kapasitas arus listriknya
I = I1 + I2 +  I3
I = 100 Ah + 100 Ah + 100 Ah
I = 300 Ah
Inilah yang menjadikan baterai yang disusun secara paralel menjadi tahan lama