Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Rancangan Aktualisasi Kegiatan Latsar CPNS

Rancangan Aktualisasi Kegiatan (RAK) Latsar CPNS merupakan tugas yang wajib disusun oleh seorang CPNS pada akhir pelaksanaan latsar on campus I. Rancangan tersebut nantinya akan dilaksanakan di unit kerja masing-masing. Nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi) harus dicantumkan pada rancangan kegiatan. Pemahaman mengenai nilai-nilai ANEKA akan diperoleh selama kegiatan latsar. Berikut ini cara membuat rancangan aktualisasi CPNS,

1. Mengidentifikasi Isu-isu
Aparatur Sipil Negara harus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pada setiap unit kerja pasti ada permasalahan-permasalahan yang harus segera dicarikan solusi penyelesaian. Biasanya permasalahan tersebut berkaitan dengan pelayanan publik yang masih kurang maksimal dan bisa ditingkatkan lagi. Permasalahan yang diangkat harus benar-benar yang terjadi di unit kerja.
Berikut ini contoh-contoh isu/permasalahan di unit kerja (sekolah),
  1. Kurangnya bimbingan mengenai pembuangan dan pemilahan sampah yang tepat di lingkungan sekolah 
  2. Kurangnya bimbingan sikap disiplin siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas IV 
  3. Kurangnya bimbingan sikap religius siswa ketika Tri Sandya di lingkungan sekolah 
  4. Kurangnya bimbingan etika berbicara dan berperilaku siswa di lingkungan sekolah.

2. Menetapkan Core Issu
Isu-isu di unit kerja yang sudah dijabarkan harus dipilih satu sebagai isu utama. Pemilihan tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja, melainkan harus menggunakan suatu metode. APKL dan USG merupakan metode-metode yang bisa direkomendasikan. APKL singkatan dari aktual, problematik, kekhalayakan, dan layak. Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan. Problematik artinya isu tersebut mengandung masalah sehingga perlu dicarikan solusi. Kekhalayakan artinya menyangkut orang banyak. Layak artinya isu tersebut masuk akal dan realistis serta relevan dengan tugas pokok dan fungsi ASN. Dari permasalahan yang telah diidentifikasi, dilakukan validasi isu dengan metode APKL. Hasil analisis APKL disajikan pada tabel 1 berikut,


Berdasarkan hasil analisis APKL seperti yang tampak pada tabel 1 keempat isu tersebut dinyatakan memenuhi syarat. Dari keempat isu-isu tersebut kemudian akan dilakukan dengan metode USG dengan menggunakan skala likert untuk menentukan core issue yang akan ditentukan solusinya. Adapun yang dimaksud dengan metode USG yaitu Urgent yaitu seberapa mendesakknya isu tersebut, Serious yaitu tingkat keseriusan dari isu tersebut, dan Growth yaitu kemungkinan dampak atau perkembangan masalah. Penentuan core issue disajikan dalam tabel 2 berikut.


Berdasarkan matriks USG pada tabel 2, tampak bahwa yang menjadi core issue yaitu kurangnya bimbingan mengenai pembuangan dan pemilahan sampah yang tepat di lingkungan sekolah.


3. Menentukan Gagasan Pemecah Isu
Kita menentukan isu/masalah tentunya untuk diselesaikan.Gagasan pemecah isu merupakan konsep yang akan diterapkan untuk mengatasi isu/masalah dengan memuat beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pada unit kerja masing-masing setelah selesai mengikuti on campus I. Gagasn pemecah isu haruslah inovatif, kreatif dan bermanfaat. Judul dari rancangan aktualisasi kegiatan nilai-nilai profesi ASN akan diperngaruhi oleh pemilihan gagasan pemecahan isu
Tips: Ciptakan gagasan pemecah isu yang memuat akronim/ kalimat konotatif agar ada nilai brand value sehingga mudah diingat orang. Ini akan menjadi nilai positif saat penyampaian rancangan maupun laporan aktualisasi
Misalnya: GEHISA yang maksudnya Gembira Hilangkan Sampah. No Waste yang maknanya tidak ada sampah dan masih banyak lagi. Penentuan gagasan pemecah isu memerlukan kreativitas agar dapat memunculkan ide-ide yang baru dan membuat orang tertarik membaca rancangan sekaligus laporan.

Gagasan pemecah isu hanya konsep saja, sehingga kalian harus memilih kegiatan apa saja yang sesuai dengan gagasan pemecah isu yang sudah dibuat. Kegiatan-kegiatan ini nantinya akan kalian lakukan pada off campus dengan harapan dapat menyelesaikan permasalahan di unit kerja. Buatlah kegiatan yang benar-benar bisa kalian dilaksanakan, sehingga dapat memberikan pengaruh positif. Misalnya,

Gagasan pemecah isu : GEHISA (Gembira Hilangkan Sampah)
Adapun kegiatannya, sebagai berikut :
  1. Perencanaan konsep GEHITA
  2. SOGA (Socialization and Game
  3. Pemilahan sampah
  4. Pembuatan poster peduli lingkungan
  5. SBC (Sabtu Bersih Ceria)
  6. Lomba kebersihan kelas
  7. Gathering and Evaluation

4. Menyusun Rancangan Aktualisasi Kegiatan (RAK)
Jika tahapan mengidentifikasi isu-isu, penetapan core issu, dan menentukan gagasan pemecah isu sudah selesai dilaksanakan, maka sekarang hanya perlu menyusun rancangan saja. Format rancangan aktualisasi kegiatan (RA) sebagai berikut

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN 
KATA PENGANTAR.
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Unit Kerja
1.4 Visi dan Misi Unit Kerja
1.5 Tugas Pokok
1.6 Penetapan Core Issue

BAB II LANDASAN TEORI ANEKA

BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
3.2 Jadwal Kegiatan

BAB IV PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA


Pembuatan latar belakang merupakan kegiatan yang sering dikeluhkan oleh peserta Latsar CPNS. Latar belakang sebenarnya harus dibuat sederhana dan tidak perlu panjang lebar. Posisikan diri sebagai pembaca, sehingga kalian pasti menyadari betapa pentingnya pemilihan kalimat agar dapat mewakili maksud yang ingin kita sampaikan. Latar belakang memuat 1. Harapaan (keadaan ideal yang diinginkan), 2. Kenyataan (fakta yang terjadi yang bertentangan dengan harapan), 3. Solusi (Ide pemecah masalah).
Contoh Latar Belakang:

Pendidikan merupakan agen perubahan yang dianggap memiliki peran besar dalam memberikan edukasi di berbagai bidang salah satunya melalui pendidikan karakter. Karakter peduli lingkungan adalah salah satu dari 18 nilai karakter yang ditetapkan oleh Kemendiknas (2010) yang dideskripsikan yaitu sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Upaya mencegah kerusakan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan sederhana di sekolah seperti membuang sampah pada tempat sampah.

UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menyebutkan bahwa salah satu fungsi ASN yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik. Guru yang berstatus ASN wajib untuk melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah, salah satu tugas guru adalah melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan. Guru harus mampu membimbing siswa untuk menciptakan pembiasaan membuang sampah pada tempat sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Pembimbingan yang dilakukan oleh guru harus berlandaskan pada teori-teori perkembangan anak.

Menurut Piaget (dalam Susanto, 2014) pada tahapan perkembangan kognitif siswa sekolah dasar usia 7 sampai 11 tahun sudah mampu membentuk konsep, melihat hubungan serta memecahkan masalah. Pada tahap ini anak belum mampu berfikir secara abstrak tentang suatu objek dan situasi. Guru harus membimbing siswa dengan memanfaatkan benda-benda konkrit dan dilakukan dalam situasi yang menyenangkan. Skinner (dalam Budiningsih, 2004) menyatakan hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungannya, kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah laku. Sampah sebagai stimulus (S) akan menimbulkan respon/ perilaku (R). Siswa yang dilatih membuang sampah ke tempat sampah maka pengalaman ini terjadi berulang-ulang. Kegiatan ini akan menjadi kebiasaan yang melekat setelah ia dewasa.

Kegiatan membuang sampah pada tempat sampah juga harus diimbangi dengan pengetahuan siswa terhadap pengelompokkan sampah. Tempat sampah telah banyak didesign sesuai jenis sampah yaitu sampah organik dan non organik bertujuan agar nantinya sampah dapat dikelola dengan baik sesuai jenis sampah. Sampah organik adalah sampah yang dapat membusuk dan diuraikan seperti sisa makanan, daun kering dan sayuran. Sampah anorganik adalah sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai seperti botol plastik, kertas bekas, dan kaleng bekas.

Berdasarkan hasil observasi di SDN 6 Blahbatuh, maka ditemukan gejalagejala sebagai berikut (1) Banyak sampah yang bersebaran di sekitar lingkungan sekolah, (2) Sampah organik dan sampah anorganik bercampur pada tempat sampah, serta (3) Kurangnya media-media edukatif untuk mestimulus rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah.

Masalah sampah di sekolah tidak bersinergi dengan visi misi sekolah, maka perlu adanya solusi atau kegiatan untuk mengatasinya. Kegiatan yang dirancang harus menyenangkan karena yang menjadi sasaran kegiatan adalah siswa sekolah dasar. Kegiatan pemecahan masalah juga harus mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi (ANEKA), maka disusunlah suatu rancangan kegiatan aktualisasi yang berjudul Gerakan GEHISA (Gembira Hilangkan Sampah).

Rancangan aktualisasi kegiatan yang lebih terperinci disusun menggunakan tabel agar lebih mudah dimengerti. Kolom tabel meliputi No, Kegiatan, Ouput/Hasil, Keterkaitan Substansi Mutu Pelatihan, Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi, Penguatan Nilai Organisasi. Berikut contoh bagian tabel kegiatan yang dimaksud.

Nilai-nilai ANEKA yaiu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi harus diaplikasikan oleh seorang ASN. Berkaitan dengan hal tersebut, maka indikator-indikator dari kelima nilai itu harus diketahui. Berikut adalah indikator dari nilai-nilai dasar tersebut.

a. Akuntabilitas
Menurut Kusumasari, dkk. (2015) akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah terwujudnya nilai-nilai publik. Indikator dari akuntabilitas yaitu: kepemimpinan, transparansi, integritas, tanggungjawab, keadilan, kepercayaan, keseimbangan, kejelasan, dan konsistensi. 

b. Nasionalisme
Menurut Latief, dkk. (2015) nasionalisme adalah pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Indikator nilai nasionalisme antara lain: religius, hormat-menghormati, kerjasama, tidak memkasakan kehendak, jujur, amanah, adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggangrasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, tanggungjawab, kerja keras, hidup sederhana, dan menghargai karya orang lain. 

c. Etika publik
Menurut Kumorotomo, dkk. (2015) etika publik merupakan refleksi atau standar norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggungjawab pelayanan publik. Indikator nilai etika publik antara lain: jujur, bertanggungjawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan perundang-undangan, taat perintah, dan menjaga rahasia 

d. Komitmen Mutu
Menurut Yuniarsih, dkk,. (2015) komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil sehingga m. Adapun Indikator untuk nilai komitmen mutu antara lain: efektivitas, efisiensi, inovasi, dan berorientasi mutu. e. Anti Korupsi Anti korupsi adalah tindakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Indikator nilai anti korupsi yaitu: jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli


Bagi yang masih kesulitan untuk membuat rancangan aktualisasi kegiatan/laporan aktualisasi kegiatan nilai-nilai profesi ASN silakan berkomentar dibawah. Jika kalian ingin mengetahui rancangan saya, silakan contoh aktualisasi kegiatan/laporan aktualisasi kegiatan nilai-nilai profesi ASN