Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cecimpedan

Cecimpedan merupakan suatu tebak-tebakan dalam bahasa bali. Bisa juga dikatakan sebagai teka-teki. Kalimat yang digunakan mayoritas diakhiri dengan tanda tanya. Lawan bicara akan mulai memikirkan jawaban atas petunjuk yang dilontarkan.

Cecimpedan sangat menarik untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk melestarikan budaya bali, juga bisa sebagai media hiburan. Teman kita akan merasa tertantang dalam memecahkan teka-teki tersebut.

Cecimpedan

Dalam bahasa Indonesia kita juga mengenal ada teka-teki yang lumrah disampaikan. Contohnya Hewan apa yang bisa menulis? Jawabannya adalah Sapi dol (Plesetan dari Spidol). 

Dalam bahasa bali contohnya Apa menek bajang tuun tua ? (Apa yang naik muda, turun tua?) Kita akan berpikir bahwa suatu objek di dunia ini, jika naik dia akan menjadi muda. Sedangkan saat dia turun menjadi tua. Jawabannya adalah surya (matahari).

Benar saja bukan? Saat matahari naik ke atas, dunia akan semakin terang dan kita pun dapat melihat cerahnya langit. Diibarkan keadaan ini seperti anak muda yang senantiasa tampak cantik atau tampan. Saat matahari turun ke bawah, cahayanya akan semakin memudar. Dunia akan menjadi gelap seperti kulit orang tua pada umumnya yang mulai keriput.

Contoh-contoh Cecimpedan

No CecimpedanCawisan
1 Ape ke anak cenik maid cacing? Jaum misi benang
(Jarum berisi benang)
2Apa cekuk kajengitin? Caratan
(Teko air/alat yang digunakan untuk menyimpan air)
3 Apake jangkrik ngecik di duur gununge? Anak macukur
(Orang yang sedang dipotong rambutnya)
4 Apa anak cenik ngemu getih? Klepon
(Makanan klepon)
5 Apake madaar acepok, wareg sai-sai? Galeng
(Bantal)
6 Apa anak cenik matapel? Blauk
(Larva capung yang ada di sawah)
7 Apake anak satak maka satak matlusuk? Iga
(Rusuk bangunan rumah atau kasau)
8 Apa anak satak maka satak maudeng putih? Bungan ambengan
(Alang-alang)
9 Apa anak cerik maid enceh? Caratan
(Teko air/alat yang digunakan untuk menyimpan air)
10 Apa anak cenik pantigang ngurek gumi? Gangsing
(Mainan gasing)
11 Apake anak bongkok kereng nyuun? Sendi
(Kayu atau besi yang digunakan sebagai dasar bangunan)
12 Apake done amun pedang buahne amun guungane? Punyan jaka
(Tumbuhan jaka)
13 Apake bale gede matampul abesik? Pajeng
(Payung)
14 Apake cekuk baong, godot basang, pesu gending? Rebab
(Dimana ditaruh, disana diambil)
15 Apa ane negen nongos ane kategen majalan? Pancoran
(Pancuran)
16 Apa ane kajepes idup ane nyepes mati?Pagehan 
(Pagar)
17 Apake base alukun ulung seka bidang? Pusuh biu
(Bunga tanaman pisang/cikal bakal buah pisang)
18 Apake ngamah uli basang pesu uli tundun? Panyerutan
(Serutan/alat yang digunakan untuk menghaluskan batok kelapa)
19 Apa don ne srining-srining buahne amun gon? Punyan jempinis
(Tumbuhan jempinis)
20 Apa don ne amun tutup, buahne amun sirah? Waluh
(Labu)
21 Apa don ne utusan, buahne aturan? Punyan ental
(Tanaman ental)
22 Apa don ne amun tlapak lima, buahne amun sigi? Base
(Bumbu makanan)
23 Apa di cerikne mapusung, di kelihne magambahan? Padi
(Padi)
24 Apake awakne kulit, matane kulit, kupingne kulit, batisne kulit konyangan kulit? Wayang kulit
(Wayan yang berasal dari bahan kulit)
25 Apa ke mirah asibuh? Delima
(Buah delima)
26 Apa ulung masuryak?  Danyuh
(Pelepah kelapa)
27 Apa cekuk baonge godot basange pesu gending? Rebab
(Alat musik rebab)
28 Apa tambulilingan megantung? Buah juwet
(Buah juwer)
29 Apa lipi gadang maroko? Ubad legu
(Obat nyamuk)
30 Apa ane tingalin paek, mare alih joh? Gunung
(Gunung)
31 Apa ke bolak – balik empet ? Talenan
(Alas kayu yang digunakan memotong)
32 Apa mare celepang leser, mare pesu yehne layu? Anak naar tebu
(Seseorang yang makan tebu)
33 Apa mare lekad maudeng? Embung
(Tunas bambu)
33 Kempul apa tusing dadi getok ? Tabuan
(Lebah)
34 Apa anak lengar – lengar megantung ? Wani
(Buah wani)
35 Apa ke anak cerik ngaba jaum? Kelipes
(Jenis serangga)
36 Apa ke anak bongkok memate liu ? Kranjang
(Keranjang)
37 Apa ke mas mirah metanem? Kunyit
(Kunyit)
38 Apa kesek – kesek menek tuun mesu didih? Anak mesikat gigi
(Seseorang yang sikat gigi)
39 Apa suah dewa tusing dadi suahang? Lipan
(Lipan)
40 Apa menek bajang tuun tua ? Manas
(Buah nanas)
41 Apa masisik naga majempong ratu? Gunung
(Gunung)
42 Apa pagehan anake ngenah pagehan iragane tusing? Gigi
(Gigi)
43 Apa sorong jukung tarik bintang? Mamula padi diuma
(Menanam padi di sawah)
44 Apa siap putih maguwungan kere? Buah Salak
(Buah salak)
45 Apa memene matujuang panakne nguber? Bedil
(Pistol)
46 Apa sampi abada seenan sing nyak amaha nanging batu amaha? Kutu
(Kutu)
47 Apa mulih mabaju gadang, pesu mabaju kuning ? Biu masekeb
(Pisang yang diberikan karbit agar cepat matang)
48 Apa ke lalipi ngalih lima ? Jam tangan
(Jam tangan)
49 Apa ke anak nembak bataran kenaina cunguhne? Anak ngentut
(Orang yang kentut)
50 Apa pacet asibuh? Juuk muntis
(Jeruk yang berasal dari muntis)
51Apa dicerikne dadi roang dikelihne dadi musuh?Api, yeh, angin
(Api, air, angin)

Itulah beberapa contoh cecimpedan. Masih banyak contoh-contoh lainnya. Alangkah baiknya jika anak-anak jaman sekarang diajarkan cecimpedan. Pasti akan sangat mengasyikan. Cecimpedan juga dapat melatih nalar anak dalam berpikir.

Jangan lupa juga pelajari materi bahasa bali lainnya seperti wewangsalan dan sesenggakan.
Selamat belajar semuanya.